
Ilustrasi dua orang yang menjalin hubungan inses (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Hubungan inses adalah hubungan seksual atau perkawinan yang terjadi antara dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga, seperti antara orang tua dan anak, saudara kandung atau kerabat sedarah lainnya.
Hampir semua budaya dan sistem hukum di dunia menganggap inses sebagai pelanggaran sosial dan moral yang berat. Hal ini diakibatkan karena inses dapat menimbulkan dampak negatif secara biologis, psikologis dan sosial.
Menurut WHO, hubungan inses merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan dapat menimbulkan trauma berat bagi korban. Tindakan ini tidak hanya merusak ikatan dalam keluarga, tetapi juga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, baik secara fisik maupun mental.
Dikutip dari Halodoc, tindakan inses di Indonesia tergolong sebagai tindak pidana dan pelakunya dapat dikenai hukuman berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan edukasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Upaya ini tentunya untuk mencegah terjadinya inses dan melindungi anak-anak maupun anggota keluarga lain dari kekerasan seksual di lingkungan sekitar.
Dampak Hubungan Inses terhadap Fisik, Mental dan Lingkungan Sosial
Inses dapat menimbulkan dampak yang sangat serius terhadap kesehatan korban, baik secara fisik maupun mental. Kondisi ini berpengaruh luas terhadap berbagai aspek kehidupan korban dan memerlukan perhatian khusus. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa dampak kesehatan yang dapat muncul akibat inses.
1. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Pada kedua orang yang terlibat inses berisiko terkena PMS, karena hubungan seksual tanpa perlindungan dapat meningkatkan kemungkinan tertular penyakit seperti HIV, sifilis, dan gonore.
2. Gangguan Proses Persalinan
Wanita yang menjadi korban inses dan mengalami kehamilan berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi, seperti keguguran, kelahiran prematur, serta gangguan kesehatan lainnya.
3. Masalah Kesehatan pada Janin
Anak yang lahir dari hubungan inses berisiko lebih tinggi mewarisi gen resesif yang dapat memicu berbagai penyakit genetik. Beberapa gangguan yang mungkin muncul antara lain fibrosis kistik, anemia sel sabit, penyakit Tay-Sachs, dan fenilketonuria (PKU).
Selain itu, hubungan sedarah juga meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat lahir, keterlambatan perkembangan mental, serta berbagai masalah kesehatan lainnya pada anak.
4. Trauma Fisik dan Mental
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
