Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 05.21 WIB

Ketahui Bahaya Hubungan Inses, Dampaknya terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Korban serta Upaya Mendeteksinya

Ilustrasi dua orang yang menjalin hubungan inses (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi dua orang yang menjalin hubungan inses (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hubungan inses adalah hubungan seksual atau perkawinan yang terjadi antara dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga, seperti antara orang tua dan anak, saudara kandung atau kerabat sedarah lainnya. 

Hampir semua budaya dan sistem hukum di dunia menganggap inses sebagai pelanggaran sosial dan moral yang berat. Hal ini diakibatkan karena inses dapat menimbulkan dampak negatif secara biologis, psikologis dan sosial.

Menurut WHO, hubungan inses merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan dapat menimbulkan trauma berat bagi korban. Tindakan ini tidak hanya merusak ikatan dalam keluarga, tetapi juga berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, baik secara fisik maupun mental.

Dikutip dari Halodoc, tindakan inses di Indonesia tergolong sebagai tindak pidana dan pelakunya dapat dikenai hukuman berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan edukasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Upaya ini tentunya untuk mencegah terjadinya inses dan melindungi anak-anak maupun anggota keluarga lain dari kekerasan seksual di lingkungan sekitar.

Dampak Hubungan Inses terhadap Fisik, Mental dan Lingkungan Sosial

Inses dapat menimbulkan dampak yang sangat serius terhadap kesehatan korban, baik secara fisik maupun mental. Kondisi ini berpengaruh luas terhadap berbagai aspek kehidupan korban dan memerlukan perhatian khusus. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa dampak kesehatan yang dapat muncul akibat inses.

1. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Pada kedua orang yang terlibat inses berisiko terkena PMS, karena hubungan seksual tanpa perlindungan dapat meningkatkan kemungkinan tertular penyakit seperti HIV, sifilis, dan gonore.

2. Gangguan Proses Persalinan

Wanita yang menjadi korban inses dan mengalami kehamilan berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi, seperti keguguran, kelahiran prematur, serta gangguan kesehatan lainnya.

3. Masalah Kesehatan pada Janin

Anak yang lahir dari hubungan inses berisiko lebih tinggi mewarisi gen resesif yang dapat memicu berbagai penyakit genetik. Beberapa gangguan yang mungkin muncul antara lain fibrosis kistik, anemia sel sabit, penyakit Tay-Sachs, dan fenilketonuria (PKU). 

Selain itu, hubungan sedarah juga meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat lahir, keterlambatan perkembangan mental, serta berbagai masalah kesehatan lainnya pada anak. 

4. Trauma Fisik dan Mental

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore