
Ilustrasi seorang wanita dengan gangguan bipolar yang emosinya tidak stabil dan berubah-ubah. (Freepik)
JawaPos.com - Gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem dan fluktuatif.
Seseorang yang mengidap gangguan bipolar dapat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, dari perasaan sangat bahagia menjadi sangat sedih dan putus asa dalam waktu singkat.
Perubahan mood yang drastis tersebut dapat berdampak pada pola tidur, tingkat energi, aktivitas sehari-hari, perilaku, serta kemampuan berpikir penderita. Gangguan ini dapat diderita seumur hidup, sehingga memengaruhi aktivitas penderitanya.
Penyebab gangguan bipolar belum sepenuhnya diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik, ketidakseimbangan kimia otak (neurotransmitter), dan tekanan dari lingkungan. Riwayat keluarga dengan gangguan atau trauma psikologis juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bipolar.
Gangguan ini bisa muncul pada akhir masa remaja hingga awal usia dewasa, dan gejalanya dapat bertahan seumur hidup jika tidak ditangani dengan baik.
Gejala dari Gangguan Bipolar
Gejala utama gangguan bipolar adalah adanya perubahan suasana hati yang ekstrem. Perubahan mood ini dapat berlangsung dalam hitungan jam, hari, hingga bulan. Umumnya, penderita bipolar mengalami dua fase utama, yaitu fase mania (hipomania) dan fase depresi.
Dikutip dari Alodokter, pada fase mania seseorang dapat merasa sangat berenergi, bersemangat, berbicara cepat, kesulitan tidur (insomnia), serta cenderung mengambil keputusan impulsif.
Sebaliknya, pada fase depresi penderita akan merasa sedih mendalam, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, mudah lelah, serta bisa muncul pikiran untuk menyakiti diri (self-harm) atau bunuh diri.
Upaya Penanganan terhadap Penderita Bipolar
Gangguan bipolar merupakan kondisi yang dapat kambuh kapan saja. Meski begitu, dengan penanganan yang tepat dan perawatan berkelanjutan, pengidapnya dapat mengendalikan gejala serta menjalani kehidupan yang lebih stabil. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan, yakni:
1. Mengonsumsi Obat
Beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk menangani gangguan bipolar meliputi penstabil mood, antipsikotik, dan antidepresan. Pada pengidap bipolar yang sering mengalami gangguan tidur, dokter mungkin juga akan memberikan obat tidur atau obat anti-kecemasan.
Penting untuk tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena hal tersebut dapat memicu efek “rebound” atau memperparah gejala bipolar.
2. Melakukan Psikoterapi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022