
Ilustrasi Gagal Ginjal di Usia Muda. (Pinterest)
JawaPos.com–Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) terus menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Salah satu terapi utama bagi pasien stadium akhir adalah hemodialisis atau cuci darah.
Kini, sejumlah inovasi baru dalam teknologi hemodialisis hadir untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk Theranova dan HDX yang mulai diterapkan di rumah sakit.
Hemodialisis merupakan prosedur medis yang membantu membuang racun, kelebihan cairan, dan limbah dari tubuh dengan menggunakan alat khusus dialiser. Proses ini biasanya dilakukan tiga kali seminggu selama 3–4 jam.
Meski bukan solusi permanen, terapi ini menjadi penyelamat bagi jutaan pasien gagal ginjal di dunia. Seiring perkembangan teknologi, dialiser generasi terbaru seperti HD Theranova mampu menyaring racun berukuran sedang yang sulit diatasi dialiser konvensional.
Sementara itu, HDX (hemodialisis ekspansi) menawarkan kemampuan filtrasi lebih luas hingga molekul menengah dan besar, mendekati efektivitas hemodiafiltrasi (HDF).
Selain itu, terapi hemodiafiltrasi (HDF) juga semakin dilirik karena mampu membersihkan racun lebih efektif. Namun, metode ini membutuhkan perangkat mesin canggih dan sistem pengolahan air khusus sehingga penerapannya masih terbatas di sejumlah negara berkembang.
Adapun hemoperfusi digunakan untuk kasus tertentu, misalnya keracunan, dengan teknik penyaringan menggunakan media penyerap. Konsultan ginjal-hipertensi RS Bethsaida, dr. Muthalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa HDF hanya dapat diberikan pada pasien dengan kondisi tertentu.
“Terapi HDF memerlukan kecepatan aliran darah hingga 300 mL per menit. Jika akses darah pasien tidak mendukung, maka alternatif seperti Hemoperfusi, Theranova, atau HDX bisa digunakan,” kata Muthalib Abdullah, Minggu (28/9).
Direktur RS Bethsaida Gading Serpong, dr. Pitono menegaskan, pihaknya menjadi rumah sakit pertama di Banten yang menghadirkan layanan hemodialisis dengan teknologi Theranova.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan fasilitas modern, tenaga medis berpengalaman, serta pendekatan yang berpusat pada pasien agar kualitas hidup mereka lebih baik,” terang Pitono.
Meski inovasi teknologi memberi harapan baru, tantangan terbesar tetap pada akses layanan yang merata, biaya perawatan, serta ketersediaan tenaga medis terlatih. Edukasi pasien mengenai gaya hidup sehat dan kepatuhan terhadap jadwal dialisis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022