
Diskusi ROICAM (The Role Internist in Cancer Management) ke-12 di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (27/9). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kemajuan teknologi memang tak bisa dihindari, salah satunya mengenai perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Bahkan, teknologi kecerdasan ini pun kini telah merambah ke dunia kedokteran.
dr. Hilman Tadjoedin, Kepala Kelompok Staf Medik Hematologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais pun membenarkan hal ini. Dia berpendapat bahwa AI juga telah digunakan oleh berbagai sektor pada dunia kedokteran, seperti halnya pelayanan, diagnostik, evaluasi, hingga pengobatan.
Hal ini dirinya sampaikan pada diskusi ROICAM (The Role Internist in Cancer Management) ke-12 di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (27/9).
“Jadi aplikasi AI (telah terjadi) pada berbagai sektor pelayanan, mulai kita lakukan diagnostik, kemudian evaluasi, sampai dengan pengobatan, tentu ini memerlukan suatu investasi yang tidak murah dan tentu canggih,” katanya pada diskusi ROICAM.
Dia menjelaskan, pada diagnosis awal memang sejatinya dokter mengandalkan pemeriksaan laboratorium. Hanya saja, belakangan ini mereka diharuskan melakukan pemeriksaan yang lebih kuat untuk menegakkan diagnosis atau penyakit seperti kanker.
Oleh karenanya, dilakukanlah pemeriksaan seperti radiologi, CT-scan, atau nano imunoterapi untuk kanker. Tentunya teknologi seperti ini bisa dipadukan dengan AI yang kini tengah berkembang.
“Tetapi juga harus ada pertanggung jawabannya, artinya tidak bisa sembarangan memanfaatkan AI, membaca mentah-mentah tanpa mengimplementasikan kondisi di lapangan seperti apa,” jelasnya.
Menurutnya, AI akan sangat membantu seorang dokter dalam mempertajam diagnosis. Meski begitu, peran seorang dokter yang diharuskan mumpuni dan mempunyai jiwa dedikasi yang baik kepada pasien tetap dibutuhkan.
“Semua ini kan untuk kepentingan pasien, sehingga AI tetap kita perlukan, kita tidak harus skeptis, kita harus tetap bisa menjadi jembatan, seorang dokter apabila ditanganinya pasien dan mendapat ilmu dari AI ya itu bukan suatu hal yang menjadi hambatan,” tegas Hilman.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Eka Widya Khorinal, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik, menjelaskan beberapa penggunaan AI pada dunia kedokteran, salah satunya penggunaan AI dalam pekerjaan genetik.
“Genetik itu di manusia ada puluhan ribu. Jadi kadang-kadang kita juga, kalau kita mantengin komputer, mata kita kornea rusak. Jadi karena itu kita butuh superkomputer seperti ini untuk mengidentifikasi genetik mana yang bermasalah,” jelas dia.
Bahkan, AI juga telah dimanfaatkan untuk pengobatan mengenai karakteristik suatu individu, seperti halnya menentukan rusaknya genetik pada suatu penyakit kanker. Hal ini tentunya berbeda-beda bagi setiap pasien.
Selain itu, AI juga seringkali dimanfaatkan untuk mencari literatur yang dibutuhkan untuk pengobatan. Literatur yang dicari harus berkaitan atau berkorelasi, sebelum akhirnya disortir kembali oleh dokter.
“Kita sebagai tenaga kesehatan ya, tenaga ahli topologinya, kita yang mensortir dari ribuan jurnal misalnya begitu, kita minta perkecil lagi, jadi 50 misalnya, dari 50 baru kita sortir. Kira-kira yang mana yang betul-betul berkorelasi dengan kasus pasien X misalnya. Kira-kira seperti itu pemanfaatannya,” tukas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022