
Ilustrasi orang sedang scroll media sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Psikolog Universitas Airlangga (Unair), Atika Dian Ariana menyoroti kebiasaan menggulir media sosial demi membaca berita buruk. Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling.
"Doomscrolling ini semacam dorongan untuk menyelamatkan diri. Dengan mencari informasi, manusia merasa bisa mengendalikan hal-hal yang negatif atau menghadapi ancaman," ujar Atika di Surabaya, Sabtu (21/9).
Meski terlihat sebagai naluri bertahan hidup, doomscrolling sebenarnya tidak membantu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat merusak kesehatan mental dan fisik, terutama pada Gen Z sebagai pengguna aktif media sosial.
"Scrolling itu bukan aktivitas yang betul-betul memberikan solusi, kecuali kalau kita tahu kapan harus berhenti. Tetapi dalam situasi tak menentu, seperti kerusuhan, kita tidak paham sebenarnya kapan ini berakhir," imbuhnya.
Lantas bagaimana cara mengatasi dampak doomscrolling?
Menurut Atika, literasi media menjadi kunci untuk meminimalkan dampak doomscrolling. Individu perlu memilah informasi yang kredibel, bukan sekadar mengikuti berita dari sumber media yang tak jelas.
Atika juga menyarankan agar orang membatasi paparan berita dengan mengalihkan fokus pada kegiatan positif dan menyeleksi informasi bermanfaat, sehingga tidak mudah terjebak dalam arus konten negatif di media sosial.
Seperti olahraga, memasak, membersihkan rumah, menekuni hobi, maupun kegiatan spiritual. Bagi Atika, ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, tapi ada juga yang harus kita kembalikan kepada Tuhan.
"Kalau kita bisa menyeimbangkan berbagai aspek itu, kita bisa berfungsi secara penuh sebagai manusia sekaligus mengelola emosi dengan lebih baik," terang dosen yang aktif mengajar di Fakultas Psikologi Unair itu.
Jika upaya tersebut belum memadai, maka mencari dukungan dari orang-orang terdekat atau mendapatkan bantuan profesional bisa menjadi pilihan tepat untuk meminimalkan dampak negatif doomscrolling.
"Dibandingkan doomscrolling, lebih baik kita alihkan ke aktivitas produktif. Kalau sudah merasa tidak tertolong dengan cara-cara sederhana, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional," tukas Atika.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
