
ilustrasi penderita vertigo, hindari 6 makanan penyebab vertigo kambuh (freepik/BillionPhotos)
JawaPos.com - Vertigo merupakan kondisi medis yang membuat seseorang merasa lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang, meski sebenarnya tidak ada gerakan. Gejala ini sering menimbulkan rasa tidak seimbang, sehingga penderitanya kesulitan berdiri maupun berjalan.
Menurut penjelasan di klikdokter.com, vertigo biasanya disertai sensasi pusing, mual, hingga nistagmus, yaitu pergerakan mata yang tidak terkendali. Kondisi ini dapat muncul mendadak sehingga memicu rasa panik atau kecemasan berlebih pada penderitanya.
Dilansir dari klinikpintar.id, vertigo umumnya dipicu oleh masalah pada sistem keseimbangan tubuh. Ada dua jenis utama vertigo, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.
Selain itu, beberapa penyakit tertentu juga bisa menjadi pemicu vertigo, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), penyakit Meniere, stroke, hingga neuroma akustik.
Vertigo dapat dialami siapa saja, baik orang dewasa maupun lanjut usia. Selain mendapatkan penanganan medis, vertigo juga dapat dikurangi dengan cara-cara alami yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:
1. Manajemen Stres
Stres berlebih ternyata bisa memicu berbagai kondisi kesehatan, termasuk serangan vertigo.
Penyakit Meniere, salah satu penyebab umum vertigo, seringkali kambuh karena tekanan psikologis. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencoba meditasi atau latihan pernapasan dalam.
Mengelola stres dengan baik akan membantu mengurangi frekuensi dan intensitas serangan vertigo.
2. Minum Air Putih Hangat
Ketika vertigo mulai mereda, cobalah minum air putih hangat. Cairan hangat dapat membantu melemaskan otot-otot yang menegang akibat serangan pusing. Agar lebih optimal, Anda juga bisa menambahkan jahe. Kandungan antioksidan pada jahe sangat baik untuk kesehatan dan dapat memberikan efek menenangkan pada tubuh.
3. Rehabilitasi Vestibular
Bagi penderita yang sering mengalami kekambuhan vertigo, terapi fisik yang disebut rehabilitasi vestibular bisa menjadi solusi. Terapi ini bertujuan untuk memperkuat sistem vestibular, yaitu sistem di telinga bagian dalam yang bertugas mengirimkan sinyal ke otak untuk mengontrol keseimbangan dan gerakan. Melalui serangkaian latihan, sistem ini dilatih agar lebih responsif dan kuat.
4. Gingko Biloba
Sudah sejak lama, Ginkgo biloba, tanaman herbal asal Tiongkok, dikenal ampuh untuk berbagai gangguan saraf. Dalam konteks vertigo, ginkgo biloba dianggap dapat membantu melancarkan peredaran darah ke telinga bagian dalam dan otak. Aliran darah yang lebih baik akan membantu meredakan sensasi pusing dan gangguan keseimbangan yang sering menyertai vertigo.
5. Jangan Menggelengkan Kepala
Saat serangan vertigo datang, hindari gerakan tiba-tiba, terutama menggelengkan kepala. Gerakan ini hanya akan memperburuk sensasi pusing. Sebaliknya, carilah tempat yang nyaman untuk bersandar atau berbaring. Tetaplah dalam posisi tenang sampai rasa pusing perlahan menghilang.
6. Lakukan Gerakan Ringan
Setelah rasa pusing mulai berkurang, cobalah lakukan gerakan-gerakan ringan. Contohnya, duduk tegak seperti posisi yoga. Anda juga bisa melatih gerakan bola mata dengan menggerakkannya ke kiri dan ke kanan selama beberapa menit. Latihan sederhana ini bermanfaat untuk menjaga saraf di kepala tetap aktif dan membantu mencegah kehilangan kesadaran saat vertigo menyerang.
7. Maneuver Epley
Salah satu cara alami yang sering disarankan untuk mengatasi vertigo adalah Maneuver Epley. Gerakan ini mungkin terdengar asing, tetapi efektif untuk meredakan vertigo yang disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut di rumah:
• Duduk di pinggir tempat tidur lalu putar kepala 45 derajat ke kiri.
• Pertahankan posisi kepala, lalu berbaring dengan kepala menghadap kasur dan bantal di bawah bahu.
• Tanpa mengangkat kepala, putar 90 derajat ke kanan dan tahan selama 30 detik.
• Duduklah kembali secara perlahan dan tunggu beberapa menit.
8. Maneuver Semont-Toupet
Mirip dengan Manuver Epley, Maneuver Semont-Toupet juga terbukti efektif. Menurut beberapa penelitian, teknik ini membutuhkan fleksibilitas leher yang lebih sedikit. Berikut langkah-langkahnya:
• Duduk di pinggir tempat tidur dan putar kepala 45 derajat ke kanan.
• Segera berbaring ke sisi kiri dan tahan posisi ini selama 30 detik.
• Ubah posisi ke arah berlawanan tanpa mengubah posisi kepala.
• Dengan posisi kepala yang sama, tahan selama 30 detik lalu pandangan ke lantai.
• Duduklah kembali secara perlahan dan tunggu beberapa menit.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
