Ilustrasi seorang anak yang hendak melakukan pemeriksaan ke dokter (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Napas tidak sedap atau halitosis adalah kondisi kesehatan mulut di mana napas berbau tidak sedap. Masalah ini bisa dialami anak-anak dan biasanya hanya bersifat sementara. Namun, bila berlangsung lama, halitosis dapat menjadi tanda kebersihan mulut yang kurang terjaga atau adanya gangguan kesehatan tertentu.
Melansir dari Medical News Today, penyebab umum napas tidak sedap pada anak meliputi gigi berlubang, kebiasaan bernapas lewat mulut, hingga infeksi saluran pernapasan seperti sinusitis. Dokter gigi anak dapat membantu menemukan penyebab pastinya dan memberikan saran penanganan yang tepat. Menjaga kebersihan mulut dengan baik adalah langkah utama untuk mencegah halitosis pada anak.
Penyebab Napas Tidak Sedap pada Anak
Ada beragam faktor yang dapat menyebabkan napas tidak sedap pada anak:
1. Refluks Gastroesofagus (GER)
Pada bayi, GER dapat menyebabkan gumoh atau muntah kecil. Kondisi ini umum terjadi pada bayi di bawah satu tahun karena sistem pencernaan yang masih berkembang dan pola makan cair. Seiring bertambahnya usia dan mulai makan makanan padat, gejala biasanya berkurang.
2. Faktor Makanan
Beberapa makanan seperti bawang putih, bawang bombay, ikan, keju, dan daging tinggi protein bisa memicu bau napas tak sedap. Sisa makanan manis atau keras, seperti cokelat atau keripik, dapat tersangkut di gigi dan menumbuhkan bakteri penyebab bau.
3. Kebersihan Mulut yang Buruk
Menyikat gigi dengan cara yang kurang tepat dapat meninggalkan sisa makanan yang menjadi sumber bakteri. Kebersihan mulut yang buruk meningkatkan risiko gigi berlubang, radang gusi, dan napas tidak sedap.
4. Mulut Kering
Air liur berfungsi membersihkan mulut dan menetralkan asam penyebab gigi berlubang. Kekurangan air liur karena dehidrasi, cuaca panas, penggunaan obat tertentu, atau kebiasaan bernapas lewat mulut dapat menyebabkan halitosis dan kerusakan gigi.
5. Bernapas Lewat Mulut
Anak yang bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat atau kebiasaan tertentu cenderung mengalami mulut kering. Kondisi ini memicu bau napas tak sedap.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
