
Pengunjuk rasa bertahan dari tembakan gas air mata dari anggota kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gas air mata sering digunakan aparat untuk mengendalikan massa saat terjadi kerusuhan. Meski disebut “gas”, sebenarnya zat ini berbentuk partikel kimia padat yang disebarkan ke udara dalam bentuk kabut. Jenis yang paling umum adalah gas CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan CN (chloroacetophenone).
Begitu terhirup atau terkena kulit, gas air mata menimbulkan reaksi cepat, seperti mata terasa perih terbakar, pandangan kabur, hidung dan tenggorokan perih, sesak napas, batuk, hingga ruam pada kulit.
Efek tersebut biasanya berlangsung beberapa menit, tetapi tanpa penanganan yang benar bisa menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi paparan gas air mata, dirangkum dari Hellosehat.com, Alodokter.com, dan Cdc.gov, Minggu (31/8).
1. Segera Jauhi Sumber Paparan
Keluar dari zona terpapar secepat mungkin. Gas air mata lebih pekat di permukaan tanah, sehingga usahakan bergerak ke area terbuka atau tempat yang lebih tinggi dengan ventilasi udara baik.
2. Lepas Pakaian yang Terkena
Pakaian dapat menyimpan partikel gas. Segera lepaskan, sebaiknya dengan digunting agar tidak melewati kepala. Masukkan ke kantong plastik tertutup agar tidak menyebar kembali.
3. Gunakan Alat Pelindung
Dalam hal menghindari paparan gas air mata, Anda juga memerlukan beberapa alat yang dapat membantu seperti gas mask (topeng gas), escape hood dan safety goggles. Jika tidak ada, Anda bisa mengenakan kacamata hitam dan masker sebagai penggantinya.
4. Cuci Tangan dan Wajah dengan Sabun dan Air
Mandi dengan sabun dan air mengalir, termasuk wajah serta rambut, untuk menghilangkan residu kimia. Jangan gunakan air panas karena bisa membuka pori-pori kulit dan memperburuk iritasi.
5. Bilas Mata dengan Air atau Saline
Jika mata terkena gas tersebut, bilas selama 10–20 menit menggunakan air bersih atau larutan saline (NaCl 0,9%). Hindari menggosok mata. Untuk gas jenis CS yang sulit larut air, bisa menggunakan sabun lembut atau sampo bayi agar iritasi cepat berkurang.
6. Cari Pertolongan Medis Jika Parah
Jika gejala tidak mereda, seperti sesak napas hebat atau luka pada kornea, segera cari bantuan medis. Dokter mungkin memberikan terapi tambahan seperti obat tetes mata anestesi atau inhalator.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
