
Ilustrasi masyarat yang berdemo menyuarakan haknya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Gas air mata telah menjadi senjata umum yang digunakan oleh aparat negara untuk mengontrol kerumunan atau membubarkan massa demonstrasi yang telah menjadi rusuh.
Walaupun tergolong senjata non-letal, yaitu senjata yang tidak dirancang untuk membunuh melainkan untuk melumpuhkan sementara. Namun, faktanya gas air mata tetap memiliki dampak kesehatan bagi yang terpapar.
Dampak yang umum dirasakan biasanya seperti mata perih dan berair. Namun, ada pula efek jangka panjang yang dapat dialami oleh orang-orang yang terpapar gas air mata, terutama jika terpapar dalam jumlah yang banyak.
Dalam lamannya, Alodokter menjelaskan beberapa dampak paparan gas air mata.
1. Gangguan pada Mata
Gejala yang paling umum dialaim adalah mata merah, berair, terasa terbakar, hingga penglihatan menjadi kabur. Zat kimia yang ada didalamnya dapat menyerang selaput lendir mata dan menyebabkan produksi air mata berlebihan.
Kondisi ini yang membuat mata jadi berair sebagai bentuk pertamahanan alami tubuh. Sensasi rasa terbakar juga dapat membuat seseorang yang terpapar mengalami gangguan penglihatan sementara.
2. Iritasi Kulit
Iritasi kulit dapat terjadi ketika seseorang terkena kontak langsung dengan gas air mata, dimana ini akan menimbulkan reaksi kimia yang mengakibatkan senasi panas di kulit.
Seseorang yang terpapar gas air mata juga dapat mengalami muncul ruam-ruam atau kulit terasa terbakar dan melepuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian kulit yang lebih sensitif seperti wajah, leher, dan tangan.
3. Iritasi Hidung
Zat kimia dari gas air mata yang terhirup dapat menyebabkan hidung meler, bengkak, hingga rasa terkabar. Kondisi ini akan memaksa hidung memproduksi lebih banyak lendir dan mengalami pembengkakan sebagai bentuk respon terhdap iritasi.
Selain itu, pembengkakan dan peradangan pada saluran pernapasan atas dapat menggangu pernapasan seseorang yang terpapar gas air mata. Kondisi ini juga biasa disertai dengan rasa perih di rongga hidung.
4. Iritasi Mulut
Tidak jarang, paparan gas air mata juga berdampak pada mulut dan tenggorokan seseorang. Partikel gas yang masuk ke dalam mulut menyebabkan irtiasi pada selaput lendir mulut dan tenggorokan. Kondisi inilah yang menyebabkan keluarnya air liur secara berlebihan hingga rasa sulit menelan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
