Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 23.36 WIB

Kemenkes Ungkap Grup Whatsapp Ibu-ibu Efektif Tingkatkan Kesadaran Imunisasi Anak

Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine. (istimewa) - Image

Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine. (istimewa)

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan strategi pemanfaatan grup Whatsapp ibu-ibu terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan cakupan imunisasi anak di berbagai daerah. Melalui kanal komunikasi sederhana ini, pesan kesehatan bisa lebih mudah diterima, dipahami, dan dipraktikkan langsung oleh masyarakat.

Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine menjelaskan bahwa sejak pandemi berakhir, pemerintah terus berupaya menutup kesenjangan imunitas yang terjadi. "Sejak kita selesai pandemi itu kan, kita berupaya banget ya untuk bisa menutup gap immunity yang terjadi selama pandemi. Dan 2022 kita bagus gitu ya, kemudian 2023–2024 kita turun tuh. Tapi syukurnya tahun ini kalau kami bandingkan cakupan di periode yang sama dengan tahun 2024 yang lalu, memang sudah mulai ada kenaikan di hampir semua daerah. Secara nasional, kenaikan sudah kelihatan," ujarnya, Senin (25/8).

Prima menambahkan, salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah pergeseran strategi komunikasi dari cara konvensional menuju media sosial. "Kita tahu bahwa untuk bisa membuat pengertian masyarakat itu tetap, bahkan mimpinya kita sebetulnya imunisasi ini jadi gaya hidup. Sehingga nggak usah dikejar-kejar lagi gitu ya. Semua orang tua paham begitu anaknya lahir, ada pekerjaan rutin yang harus dilakukan untuk melindungi anaknya, yaitu imunisasi," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah juga tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, tokoh agama, kader, LSM, media, hingga influencer dinilai penting untuk menggaungkan pesan yang sama.

"Supaya resonansinya itu semakin terdengar luas. Dengan berbagai gaya, tapi hasil akhirnya jelas, masyarakat makin sadar pentingnya imunisasi," kata Prima.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes Elvieda Sariwati menambahkan, promosi kesehatan memiliki tiga aspek utama: edukasi masyarakat, lingkungan yang mendukung, serta pelayanan kesehatan yang memadai.

“Sekarang kita bagaimana meningkatkan demand, meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk benar-benar imunisasi itu kebutuhan. Dan itu memang tidak bisa cepat, tapi harus dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Elvieda mencontohkan, WhatsApp dipilih untuk meningkatkan edukasi terkait imunisasi karena hampir semua ibu-ibu menggunakannya. "Jadi, Puskesmas membuat grup WhatsApp dengan ibu-ibu yang punya bayi dan balita. Di situ setiap hari diberikan informasi untuk meningkatkan kesadaran agar membawa anak-anaknya imunisasi. Tapi ini bisa berhasil kalau tenaga kesehatannya juga aktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, pesan yang disampaikan juga harus menyesuaikan dengan kondisi sosial-budaya lokal agar lebih mudah diterima. Dari lapangan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, mengakui strategi ini memberi dampak signifikan.

"Kami dari Riau Alhamdulillah dari 12 kabupaten kota berupaya meningkatkan capaian imunisasi. Salah satunya melalui grup WhatsApp. Informasinya masif, jadi kalau ada kegiatan posyandu, edukasi, semua di situ. Ibu-ibu makin terampil, lebih gampang tahu dampaknya," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Global Health Strategies (GHS) Ganendra Awang Kristandya menuturkan, pihaknya mendukung Kemenkes melalui program fact social yang fokus pada strategi digital untuk promosi imunisasi. "Strateginya adalah kita ingin meningkatkan knowledge, attitude, dan practice atau pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap imunisasi. Program ini sudah berjalan satu tahun di empat provinsi yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Riau, dan Sulawesi Utara, hasilnya cukup positif," tuturnya.

Menurut Ganendra, percakapan di grup WhatsApp membuktikan adanya perubahan nyata. "Kita lihat kalau misalnya ada tiga informasi yang kita bagikan di grup WhatsApp, paling tidak muncul satu intensi untuk mau mengimunisasi anaknya. Dan, Alhamdulillah intensi tersebut sudah bisa ditranslasikan menjadi aksi nyata," pungkasnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore