Ilustrasi bayi yang senang setelah sesi pijat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sejak dahulu, kebiasaan memijat bayi memang sudah dikenal oleh orang tua di Indonesia. Namun, sayangnya banyak yang masih salah kaprah mengenai hal ini. Tidak sedikit orang tua yang masih menggunakan jasa tukang pijat atau dukun pijat, padahal teknik memijat orang dewasa dan bayi cenderung berbeda.
Ketika dipijat oleh dukun pijat, bayi sering kali menangis sepanjang sesi. Ironisnya, hal ini sering disalahartikan dan dianggap wajar agar bayi cepat tidur setelahnya. Padahal, kemungkinan besar bayi menangis karena merasa tidak nyaman atau sakit, dan tidur setelahnya karena kelelahan akibat menangis.
Praktik pijat bayi yang benar seharusnya dilakukan oleh ahli profesional atau orang tua yang sudah mempelajari tekniknya. RSUD Sawahlunto menjelaskan bahwa sesi pijat bayi sebaiknya singkat. Jika bayi menangis, sesi harus dihentikan dan jangan pernah memaksakan satu jenis pijatan tertentu.
Selain itu, sesi pijat dapat digabungkan dengan stimulasi lain, seperti memutar musik lembut, melakukan kontak mata, dan mengajak bayi bicara. Penggunaan lotion, baby oil, atau minyak kelapa juga penting sebagai media antara tangan dan kulit bayi. Inilah yang membedakan pijat bayi dengan pijat untuk orang dewasa.
Mempelajari teknik pijat bayi yang benar sangat penting agar stimulasi yang diberikan benar-benar bermanfaat. Jika dilakukan dengan tepat, pijatan akan memberikan dorongan positif bagi tumbuh kembang fisik dan emosional anak. Sanford Health menjelaskan beberapa manfaat pijat bagi kesehatan bayi:
1. Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Pijatan yang dilakukan dengan benar memberikan efek menenangkan, membuat bayi lebih nyaman dan rileks. Kondisi ini membantu meningkatkan kualitas tidur, yang penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak secara menyeluruh.
2. Lebih Tenang
Sentuhan pijat yang lembut dapat mengurangi kadar hormon stres pada bayi secara alami. Hal ini membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah rewel.
3. Merilekskan Otot
Gerakan pijat membantu melemaskan otot-otot bayi yang tegang akibat aktivitas atau posisi tidur tertentu. Relaksasi otot ini penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan kelenturan tubuh bayi.
4. Pernapasan Lebih Lancar
Teknik pijat yang tepat dapat memperbaiki ritme pernapasan dan memperlancar aliran oksigen ke seluruh tubuh. Pernapasan yang baik juga berkontribusi pada kualitas tidur dan metabolisme yang lebih baik.
5. Mencerna Makanan dengan Lebih Baik

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
