Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 01.11 WIB

Anak Ketagihan Junk Food? Pahami Alasan dan 6 Tips Membentuk Pola Makan Sehat pada Buah Hati Ini

Anak perempuan yang menyukai sayuran (Dok. Freepik) - Image

Anak perempuan yang menyukai sayuran (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Junk food atau makanan olahan adalah makanan yang telah diubah dari bentuk alaminya. Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah makanan ultra-olahan, yaitu produk yang diproses dengan metode industri untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan daya tahan dengan menambahkan gula, garam, lemak, serta perasa, pewarna, dan pengawet buatan.

Makanan ultra-olahan hampir tidak memberikan gizi, sehingga pedoman gizi menyarankan agar konsumsinya dibatasi. Meski demikian, dilansir dari Medical Xpress, makanan jenis ini menyumbang sepertiga dari total asupan energi harian anak-anak di banyak negara.

Mengapa Anak Sangat Menyukai Makanan Olahan?

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak sangat tertarik pada makanan ultra-olahan:

1. Faktor Biologis

Makanan ultra-olahan dirancang agar membuat ketagihan. Kandungan gula, garam, dan lemaknya merangsang sistem "reward" di otak anak, sehingga memicu pelepasan zat kimia yang menimbulkan rasa senang. 

Secara evolusi, manusia memang terbiasa mencari makanan tinggi gula dan lemak sebagai cara bertahan hidup sejak zaman nenek moyang.  

2. Sifat Pemilih dalam Makanan (Fussy Eating)

Sekitar 1 dari 2 anak akan melewati fase sulit makan. Ini adalah respons alami untuk menghindari racun, dengan cara menolak makanan baru atau rasa pahit. 

Anak-anak yang pemilih cenderung memilih makanan ultra-olahan, seperti nugget ayam, keripik, atau sereal sarapan, karena bentuknya familiar, warnanya netral (sering mirip ASI atau makanan pertama bayi), dan rasanya ringan sehingga mudah diterima lidah mereka.  

2. Pengaruh Iklan (Pester Power)

Anak-anak terus-menerus terpapar iklan, mulai dari YouTube hingga produk yang dipajang sejajar dengan mata mereka di supermarket, sehingga mendorong mereka untuk menginginkan makanan ultra-olahan.

Bagaimana Cara Mengubah Pola Makan Anak?

Konsumsi berlebihan makanan ultra-olahan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti kekurangan gizi, obesitas pada anak, dan risiko penyakit kronis lainnya.

Ada baiknya orang tua mulai mengubah pola makan anak secara perlahan dan bertahap dengan mengikuti 6 tips berikut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore