Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 01.05 WIB

Waspadai 7 Penyakit Pasca Banjir yang Mengintai Keluarga, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi seseorang yang sedang sakit hingga dirawat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Jakarta dan sekitar kembali diguyur hujan deras akhir-akhir ini. Mengakibatkan sejumlah daerah harus terendam banjir yang akhirnya mengganggu aktivitas warga sekitar. Kondisi ini jelas menimbulkan kerugian materi, tetapi tidak hanya itu, banjir juga dapat berpotensi sebagai awal munculnya berbagai masalah kesehatan.

Seperti yang kita ketahui, umumnya air banjir tidak bersih karena bercampur dengan lumpur, limbah, kotoran hewan, hingga bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, jika kita terpapar air banjir yang tercemar ini maka dapat meningkatkan risiko penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan. Terlebih bagi anak-anak dan lansia, yang mana daya tahan tubuhnya lebih lemah. 

Rumah Sakit Pondok Indah bahkan menjelaskan bahwa air banjir biasanya membawa beberapa bakteri patogen, seperti escherichia coli, Salmonella dan Vibrio cholerae. Ada pula bakteri lain seperti Campylobacter dan Shigella yang terbawa dalam air banjir. Bakteri-bakteri ini berpotensi menyebabkan penyakit pencernaan dan infeksi serius lainnya jika tidak ditangani dengan cepat.

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI juga memperingatkan adanya penyakit pasca banjir yang perlu diwaspadai. Berikut beberapa penyakit yang biasanya muncul setelah banjir.

1. Diare

Saat banjir, makanan dan air minum bisa saja tercemar oleh bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella kemudian masuk ke tubuh kita. Bila tidak ditangani dengan benar dan cepat, ini bisa menyebabkan dehidrasi parah, muntah-muntah, hingga diare. Tidak hanya dari makanan, tangan yang tidak bersih juga dapat menjadi penyebabnya. 

2. Demam Berdarah (DBD)

Biasanya ketika banjir sudah suruh, masih ada beberapa genangan air yang sulit dibersihkan. Genangan itu dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang mana nyamuk ini dapat menularkan virus DBD kepada manusia melalui gigitannya. Gejalanya dapat berupa demam tinggi, nyeri otot dan tulang, dan muncul bintik merah pada kulit.

3. Leptospirosis (Demam Banjir)

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari kencing tikus. Penyakit ini dapat masuk dari luka lecet atau selaput lendir mata yang terkena kontak dengan air banjir dan tanah. 

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Banjir juga dapat meningkatkan risiko munculnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini disebabkan oleh udara dingin dan lembab serta lingkungan yang kotor setelah banjir. Selain itu, penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan lansia dengan daya tahan tubuh yang lebih rentan terutama yang berada di pengungsian karena lokasinya yang padat dan lembab.

5. Penyakit Kulit

Risiko infeksi jamur dan bakteri pada kulit karena terendam air kotor juga meningkat. Gejala awalnya adalah ruam dan gatal-gatal. Jika penyakit ini dibiarkan dalam jangka waktu lama dan tidak ditangani dengan baik tidak menutup kemungkinan akan menjadi lebih parah, seperti muncul luka bernanah hingga infeksi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore