
Ilustrasi anak menderita cacingan, salah satu masalah kesehatan yang masih ditemui di Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com – Kasus Raya, balita asal Sukabumi yang meninggal akibat cacingan menunjukkan bahwa infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Salah satu jenisnya adalah askariasis, infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides).
Cacing gelang termasuk dalam kelompok Soil Transmitted Helminths (STH), yaitu cacing yang membutuhkan tanah lembap dan hangat untuk berkembang menjadi bentuk infektif.
Selain cacing gelang, jenis STH lain yang sering ditemukan adalah cacing cambuk (Trichuris trichiura) serta cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus).
Infeksi askariasis sangat erat kaitannya dengan perilaku hidup yang tidak bersih. Kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum makan, serta bermain tanah tanpa alas kaki menjadi faktor risiko utama.
Tanah yang terkontaminasi tinja manusia dapat mengandung telur cacing. Telur ini mampu bertahan lama di tanah yang lembap, hingga akhirnya berkembang menjadi bentuk infektif dan masuk ke tubuh manusia.
Gejala askariasis terbagi dalam dua fase. Pada fase migrasi larva, penderita bisa mengalami keluhan mirip pneumonia, seperti batuk kering, sesak napas, demam, bahkan dahak berdarah pada kasus berat.
Sementara pada fase dewasa, cacing hidup di saluran usus. Gejalanya sering kali tidak khas, misalnya mual, penurunan nafsu makan, diare atau sembelit, lesu, sulit konsentrasi, hingga gagal tumbuh pada anak akibat gangguan penyerapan nutrisi dan vitamin A.
Yang lebih serius, gumpalan cacing dewasa dapat menyebabkan sumbatan usus. Cacing juga bisa masuk ke usus buntu hingga memicu radang usus buntu (apendisitis).
Dalam kasus lain, cacing dewasa bisa bermigrasi ke saluran empedu dan menyebabkan kolesistitis, kolangitis, pankreatitis, atau abses hati. Bahkan, cacing terkadang keluar melalui mulut, hidung, atau anus penderita.
Dokter spesialis anak Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) atau akrab disapa Dokter Meta, melalui akun Instagram @metahanindita, menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah cacingan.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
1. Mencuci tangan pakai sabun.
2. Menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
3. Menjaga kebersihan serta keamanan makanan.
4. Memanfaatkan jamban sehat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
