Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 16.00 WIB

Sempat Rasakan Pengobatan di Tiongkok dan Malaysia, Didiek dan Djoni Memilih Kembali ke Indonesia  

Djoni (kiri) dan Didiek, dua pasien yang pernah merasakan berobat ke luar negeri.

 

JawaPos.com – Maraknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri menjadi sorotan. Menteri Erick Thohir menyebut angkanya mencapai jutaan pasien. 

“Kita bisa lihat dua juta masyarakat Indonesia berobat di luar negeri," ujar Erick saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di hadapan Presiden Prabowo Subianto, (25/6). 

Meski begitu, ekosistem kesehatan Indonesia tak tinggal diam. Sejumlah rumah sakit berlomba-lomba meningkatkan transformasi layanan dan teknologinya. Hal itu diamini para pasien yang akhirnya sembuh dan mengakui ampuhnya pengobatan di rumah sakit dalam negeri. 

Simak kisah dua pasien ini yang memilih kembali ke tanah air dan melanjutkan pengobatannya di rumah sakit dalam negeri.

Cerita Kapten Didiek: Sang Nakhoda Tangguh Kembali Berlayar usai Operasi Bypass Jantung di Rumah Sakit Mayapada 

Deru suara mesin kapal selalu tergiang dalam irama keseharian Kapten Didiek. Sebagai nakhoda, pria berperawakan tinggi tegap ini terbiasa menaklukkan ombak dan mengarungi lautan.

Namun, suatu hari, badai datang bukan dari laut, melainkan dari dalam dadanya sendiri.

“Saya rasakan pertama itu, saya di China (Tiongkok), jantung dada saya sebelah kiri itu sesak sekali. Seperti tertindih, sampai tembus di belakang saya,” kenang Didiek dikutip JawaPos.com melalui kanal Youtube Mayapada Hospital, Jumat (15/8).

Saat itu, ia segera dibawa ke salah satu rumah sakit di negeri tirai bambu. Hasil pemeriksaan menunjukkan penyumbatan pada pembuluh darah jantungnya. Satu ring berhasil terpasang, namun upaya memasang yang kedua gagal.


“Penyumbatannya sudah hampir 70 persen. Tim di sana menganggap lebih baik dilakukan operasi di Indonesia saja,” ujar Didik.


Kepulangannya ke tanah air mempertemukannya dengan Vireza Pratama, dokter spesialis jantung di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Setelah pemeriksaan mendalam, hasilnya jelas: kondisi Didiek tidak memungkinkan untuk pemasangan ring (PCI). Jalan terbaik adalah operasi bypass. 

Tindakan itu kemudian dilakukan oleh Ismail Dilawar, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Subspesialis Jantung Dewasa di Mayapada Hospital. 

“Dari pemeriksaan, kita ketahui bahwa Pak Didik ini menderita penyakit jantung koroner. Kita harus lakukan operasi yang namanya operasi bypass,” papar Ismail.

Ismail Dilawar (kiri) saat melakukan tindakan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore