Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 22.07 WIB

Tak Hanya untuk Cocokkan Darah Keluarga, Ini Macam Kegunaan Tes DNA yang Dilakukan Ridwan Kamil Hari Ini

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tes DNA selama ini dikenal masyarakat luas sebagai alat untuk mencocokkan hubungan darah, misalnya antara orang tua dan anak. Namun, sebenarnya pemeriksaan ini punya banyak fungsi lain yang tak kalah penting.

Salah satu tokoh publik, Ridwan Kamil, diketahui menjalani tes DNA hari ini untuk membuktikan klaim Lisa Mariana yang mengaku mempunyai anak dari mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Namun, fungsi tes DNA bukan cuma sebatas urusan silsilah keluarga. Tes ini bisa jadi alat deteksi dini penyakit, jadi panduan pengobatan yang lebih akurat, sampai membantu pasangan yang ingin punya anak.

Dengan perkembangan teknologi medis, tes DNA kini bisa dilakukan lewat sampel air liur, darah, atau jaringan tubuh lainnya, dan hasilnya membuka banyak informasi penting tentang tubuh seseorang.

Berikut ini tujuh jenis tes DNA beserta fungsinya yang perlu diketahui masyarakat luas, terutama dalam konteks kesehatan dan perencanaan masa depan, dikutip dari laman Ciputra Hospital, Kamis (7/8).

1. Tes Pralahir (Prenatal Test)

Tes ini dilakukan saat janin masih dalam kandungan, dan bertujuan mendeteksi kemungkinan kelainan genetik atau kromosom sedini mungkin. Biasanya disarankan untuk ibu hamil dengan risiko tinggi, seperti yang punya riwayat penyakit keturunan atau hamil di usia matang. Tes ini membantu orang tua dan dokter dalam merencanakan penanganan medis lebih awal bila diperlukan.

Selain itu, tes pralahir bisa jadi sumber ketenangan batin bagi calon orang tua. Dengan mengetahui kondisi janin secara detail, mereka bisa menyiapkan segala hal, termasuk mental, jika ternyata dibutuhkan perhatian medis khusus.

2. Tes Diagnostik

Jenis tes ini dilakukan saat seseorang sudah menunjukkan gejala penyakit tertentu. Tujuannya untuk memastikan apakah gejala itu terkait dengan kelainan genetik tertentu atau bukan. Dengan kata lain, ini adalah alat bantu diagnosa yang bisa menghindarkan pasien dari kesalahan penanganan medis.

Sebagai contoh, pada kasus penyakit langka atau kronis yang sulit diidentifikasi, tes DNA bisa menjadi kunci diagnosis. Ini memungkinkan dokter menyusun perawatan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi pasien.

3. Uji Pembawa (Carrier Screening)

Uji pembawa dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gen pembawa penyakit keturunan, walau orang itu sendiri tampak sehat. Ini penting terutama bagi pasangan yang ingin menikah atau punya anak, untuk menghindari risiko menurunkan penyakit ke generasi berikutnya.

Jika kedua pasangan ternyata membawa gen yang sama, anak mereka berisiko 25% mewarisi penyakit tersebut secara penuh.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore