Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 17.24 WIB

Ternyata Keberhasilan Program Bayi Tabung Tak Hanya Dipengaruhi oleh Kondisi Medis Perempuan, Melainkan juga Laki-Laki

Diskusi “Personalized Paths to Parenthood” yang digelar oleh Benih IVF Center dari Brawijaya Hospital di Jakarta pada Sabtu (3/8). (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Diskusi “Personalized Paths to Parenthood” yang digelar oleh Benih IVF Center dari Brawijaya Hospital di Jakarta pada Sabtu (3/8). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) seringkali menjadi pilihan bagi sejumlah keluarga. Terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi dilakukannya program ini seperti masalah reproduksi, sperma yang lemah, hingga gangguan hormonal.

Usut punya usut, keberhasilan program ini tak hanya ditentukan oleh kondisi medis perempuan. Namun juga bisa juga dipengaruhi oleh pihak pria sekalipun.

Hal ini diungkap oleh dokter spesialis andrologi, dr. Androniko Setiawan pada diskusi “Personalized Paths to Parenthood” yang digelar oleh Benih IVF Center dari Brawijaya Hospital di Jakarta pada Sabtu (3/8).

Dia menekankan bahwa kontribusi pria dalam proses IVF juga sama besarnya dengan perempuan. Bahkan, gaya hidup sehat dari calon ayah untuk menjaga kualitas sperma juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembuahan.

“Seringkali perempuan menjadi pusat perhatian saat menjalani IVF, padahal pria menyumbang 50 persen faktor keberhasilan. Kualitas sperma sangat dipengaruhi oleh gaya hidup,” kata dr. Androniko.

Bahkan, kebiasaan buruk yang seringkali dilakukan seperti merokok hingga mengonsumsi alkohol bisa menurunkan kualitas dari sperma. Dia pun menyarankan agar dilakukan pendekatan pemeriksaan bersama atau couple screening pada proses persiapan IVF.

Dengan pemeriksaan ini pula akan didapatkan penilaian komprehensif terhadap kesehatan reproduksi kedua pihak, baik dari laki-laki atau perempuan. Alhasil, penanganan yang tepat bisa dilakukan sedari awal.

Pemeriksaan sendiri diawali oleh analisis sperma dengan mikroskop untuk menilai jumlah, bentuk, serta motilitas dari sperma.

Selanjutnya dilakukan wawancara untuk mengetahui frekuensi hubungan seksual serta kemungkinan adanya gangguan fungsi seksual. Dengan ini, pemeriksaan bisa diputuskan apakah akan dilanjutkan ke tes genetik hormon, evaluasi fisik, hingga uji laboratorium lanjutan.

Tak hanya itu, diskusi ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan program bayi tabung tak hanya bergantung pada teknologi medis. Melainkan komitmen dari sebuah pasangan untuk menjalani gaya hidup yang sehat dan membuat Komunikasi saling terbuka.

Di sisi lain, salah satu layanan fertilitas, Benih IVF Center by Brawijaya Hospital sendiri baru saja dihadirkan lewat diskusi ini. Nama ‘Benih’ melambangkan awal kehidupan dan harapan, serta pertumbuhan yang penuh makna. 

Sejak berdiri pada September 2023, IVF ini telah melayani lebih dari 2.000 pasien dengan tingkat keberhasilan kehamilan diatas rata-rata nasional. Hal ini menegaskan posisinya sebagai salah satu unggulan di Indonesia dan pilihan utama bagi calon orang tua.

Center ini sendiri menggandeng dr. Robert Fischer sebagai medical advisor untuk mengembangkan Fischer Concept Protocol, pendekatan fertilisasi in vitro (IVF) yang dipersonalisasi dan berfokus pada penyesuaian perawatan hormonal dan waktu prosedur untuk masing-masing pasien.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore