Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 15.39 WIB

Ternyata, Anak yang Jadi Influencer Sejak Dini Punya 7 Efek Negatif bagi Kesehatan Mental!

 

Ilustrasi efek negatif influencer anak. (Pexels)

JawaPos.com - Di dunia dengan kemajuan teknologi sekarang ini, media sosial jadi sesuatu yang menjamur bagi seluruh kalangan. Mulai dari anak-anak sampai dewasa, mereka bisa terpapar berbagai konten di media sosial. 

Sebagai orang yang familiar dengan media sosial, kamu tentu tahu apa itu influencer. Seorang pribadi yang terkenal di media sosial, dan bisa mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sebagaimana namanya.

Mulai dari pergi ke tempat terkeren, makan makanan yang enak, dan membeli barang yang dibawa oleh sang influencer. Di jaman sekarang, influencer lambat laun menjadi publik figur yang dilihat dan didengarkan oleh masyarakat.

Influencer sendiri tidak hanya eksis sebagai orang dewasa. Ada juga influencer yang memiliki usia muda yakni influencer anak yang akunnya dikendalikan oleh orangtua.

Menjadi influencer anak bukan berarti tanpa efek negatif. Mulai dari privasi, kemungkinan adanya orang jahat, sampai kesehatan mental. Dikutip dari Psychologs dan Goover, berikut ini merupakan 5 efek negatif dari jadi influencer ana bagi kesehatan mental:

1. Identitas Diri Tidak Ada

Efek pertama kesehatan mental seseorang yang jadi influencer anak adalah identitas diri tidak ada. Ketika seseorang menjadi influencer, sebagian besar waktu mereka akan dihabiskan di depan kamera untuk membuat konten.

Bagi orang dewasa, hal ini saja bisa membuat mereka kehilangan identitas. Terutama anak kecil yang masih berkembang, mereka bisa kebingungan atas persona influencer atau diri mereka yang asli.

Mereka bisa mempertanyakan identitas diri mereka secara terus menerus. Hal ini bisa berujung pada krisis identitas diri yang bisa terbawa hingga dewasa.

2. Takut Prasangka Orang Lain

Efek kedua kesehatan mental seseorang yang jadi influencer anak adalah mereka takut prasangka orang lain. Konten dari influencer ini tentunya mendapatkan reaksi berupa suka, komentar bahkan pesan pribadi.

Tidak semua reaksi atau respon yang didapat merupakan hal positif. Tentunya ada beberapa respon negatif yang ditujukan baik pada influencer ana tersebut maupun orangtua yang mengendalikan akun.

Ketika anak terpapar hal tersebut, mereka bisa jadi takut akan prasangka orang lain. Baik secara online maupun di dunia nyata, mereka bisa terus menerus merasa tertekan oleh reaksi orang lain di hidup mereka.

3. Anak Berakhir Burnout

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore