Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) perdana di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya, Senin (10/2). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com – Protes Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terkait sistem pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan, mendapat tanggapan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya apa yang dilakukan kementeriannya merupakan trasnformasi kesehatan yang berpihak pada 280 juta rakyat Indonesia. Budi juga menuturkan jika hubungan dengan guru besar kedokteran cukup baik. Ini terbukti dengan adanya pertemuan dengan guru besar kedokteran anak pada malam setelah aksi protes FKUI pada Jumat lalu (16/5).
“Kementerian Kesehatan dimandatkan untuk melakukan transformasi kesehatan,” kata Budi. Dia menyinggung apa yang dilakukan kementeriannya berbasis kepentingan masyarakat.
Budi menekankan bahwa stakeholder di sektor kesehatan terdiri dari banyak pihak. Sehingga dalam melakukan transformasi ini terjadi ketidaknyamanan beberapa stakeholder. Apalagi yang menjadi keutamaan adalah kepentingan masyarakat.
“Kemenkes sangat membuka diri kalau ketidaknyamanan ini terjadi untuk berkomunikasi,” tuturnya. Dia mencontohkan saat penyusunan UU Nomor 17 Tahun 2023 telah mendengarkan partisipasi publik. Budi menyebutkan ada ribuan masukan yang sudah dilist.
“Kebijakan sekarang juga melibatkan guru besar Universitas Indonesia,” imbuhnya. Dia mencontohkan kebijakan skrining bayi baru lahir. Kebijakan ini dilakukan dalam dua tahun terakhir dan dapat mencakup 2,3 juta bayi yang sudah dilakukan skrining. “Kami memahami mungkin ada kelompok yang belum terwadahi tapi kami membuka diri,” katanya.
Budi juga menceritakan pada Jumat malam, dia bertemu dengan lima guru besar kedokteran spesialis anak. “Untuk mendengarkan masukan mereka,” bebernya. Dia menyadari bahwa transformasi kesehatan mengubah pola kebijakan Kemenkes.
Sebelumnya perwakilan Guru Besar FKUI Siti Setiati menyatakan keprihatinan mendalam atas kebijakan kesheatan dan pendidikan kedokteran dari Kemenkes. Dia yang mewakili dokter dan akademisi kedokteran FKUI menyebut kebijakan tersebut dapat menurunkan mutu pendidikan dokter dan dokter spesialis. Kebijakan ini juga dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Selain melakukan seruan, ada 121 guru besar FKUI yang bersurat kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang menjadi sorotan adalah hilangnya independensi kolegium yang bisa berdampak pada objektivitas penentuan standar dan kompetensi profesi dokter.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
