
Ilustrasi lansia. (Canva)
JawaPos.com - Mengajak orang lanjut usia (lansia) untuk memeriksakan diri ke dokter terkadang sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.
Tak sedikit lansia yang menolak dengan alasan merasa sehat, takut hasil diagnosis, atau enggan merepotkan anak-anak mereka.
Padahal, usia lanjut memerlukan pemantauan kesehatan secara rutin untuk mencegah kondisi serius yang datang tanpa gejala.
Akan tetapi, langkah membujuk lansia tidak selalu harus dengan cara keras atau memaksa.
Berikut beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dengan penuh empati dan hormat, agar lansia bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Langkah pertama adalah memahami alasan lansia menolak pergi ke dokter. Nah, sebelum membujuk, sebaiknya dengarkan dulu alasan mengapa mereka enggan pergi ke dokter. Bisa jadi mereka takut, trauma dengan rumah sakit, atau tidak paham pentingnya pemeriksaan rutin.
Menurut Dr. Robert Stall, dikutip dari Aging Care, banyak lansia menghindari dokter karena takut kehilangan kemandirian atau khawatir akan didiagnosis dengan penyakit serius. Memahami latar belakang penolakan memungkinkan pendekatan yang lebih tepat dan personal.
Alih-alih langsung berkata, “Ayo ke dokter!”, coba tanyakan dengan nada yang lembut,
“Ayah takut ke dokter karena apa? Cerita ke aku, yuk…”
Pembicaraan soal kesehatan sebaiknya tidak dilakukan saat suasana hati sedang buruk. Ajak bicara ketika mereka sedang santai, misalnya saat sarapan atau sore hari sambil minum teh. Gunakan nada bicara yang lembut dan penuh perhatian.
Alih-alih menyampaikan alasan medis yang terlalu teknis, kaitkan manfaat periksa kesehatan dengan hal-hal yang mereka cintai. Misalnya, mengatakan bahwa menjaga kesehatan penting agar bisa tetap bermain dengan cucu, ikut kegiatan sosial, atau beribadah dengan nyaman.
Gunakan kalimat yang hangat seperti,
“Bu, aku cuma ingin Ibu tetap sehat loh, Bu. Biar bisa terus main sama cucu-cucu Ibu.”
Ketakutan terbesar sebagian lansia adalah harus menghadapi rumah sakit sendirian. Tawarkan diri untuk menemani selama proses pemeriksaan. Bahkan, bisa dikemas seperti kegiatan rekreasi ringan, misalnya:
“Sekalian jalan-jalan, Bu. Habis dari dokter kita makan di tempat favorit Ibu.”

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
