
ilustrasi air es yang memiliki manfaat untuk kesehatan
JawaPos.com - Menstruasi sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah larangan minum air es saat haid karena dianggap bisa membekukan darah atau anggapan bahwa minuman bersoda dapat melancarkan menstruasi.
Mitos-mitos seperti ini sering membuat wanita khawatir dan ragu dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama siklus haid berlangsung.
Dilansir dari laman YouTube Tanya Dokter, dokter spesialis kandungan Dr. Pita Merahini Priambodo, Sp.OG(K), menjelaskan fakta-fakta ilmiah di balik berbagai mitos menstruasi yang sering beredar.
Banyak wanita yang masih salah paham mengenai kondisi tubuh mereka saat menstruasi, sehingga sering kali mengikuti informasi yang kurang tepat.
Oleh karena itu, penting untuk memahami fakta medis agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman yang bisa berdampak pada kesehatan.
Dalam pembahasan ini, kita akan mengupas lima mitos dan fakta seputar menstruasi yang telah ditanyakan oleh followers Instagram RS Pondok Indah. Mulai dari mitos darah haid yang dianggap kotor hingga anggapan bahwa nyeri haid adalah sesuatu yang wajar dan harus diterima.
Dengan pemahaman yang benar, wanita bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.
1. Minum Air Es Bisa Membekukan Darah Menstruasi
Banyak orang percaya bahwa minum air es saat haid bisa menyebabkan darah membeku dan menghambat keluarnya menstruasi. Namun, ini adalah mitos! Air es yang diminum tidak langsung berhubungan dengan aliran darah dalam tubuh, termasuk darah menstruasi.
Menstruasi terjadi karena peluruhan dinding rahim, bukan karena perubahan suhu makanan atau minuman yang dikonsumsi. Jadi, minum air es saat haid tetap aman dan tidak berpengaruh pada kelancaran menstruasi.
2. Stres Bisa Mengganggu Siklus Menstruasi
Tidak seperti mitos sebelumnya, anggapan bahwa stres dapat memengaruhi siklus menstruasi adalah fakta. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
Akibatnya, siklus haid bisa menjadi tidak teratur, terlambat, atau bahkan berhenti sementara. Selain stres, gangguan menstruasi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lain seperti PCOS, diabetes, atau hipertensi.
3. Darah Haid adalah Darah Kotor
Sebagian besar orang masih percaya bahwa darah menstruasi adalah darah kotor yang harus dikeluarkan dari tubuh. Faktanya, secara medis darah haid bukanlah darah kotor, melainkan darah yang berasal dari peluruhan dinding rahim yang mengandung sel darah dan jaringan rahim.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
