
Ilustrasi berpelukan bisa menurunkan hormon stress. (Freepik)
JawaPos.com - Pelukan bukan cuma bentuk kasih sayang, tapi juga kebutuhan emosional yang punya dampak nyata bagi kesehatan mental. Dilansir dari jurnal Psychoneuroendocrinology, sentuhan fisik seperti pelukan terbukti mampu menurunkan hormon stres kortisol. Ketika pelukan jarang terjadi dalam hidup sehari-hari, tubuh dan pikiran jadi lebih rentan terhadap stres, cemas, bahkan ledakan emosi yang sulit dikontrol.
1. Pelukan Menurunkan Hormon Stres
Tubuh manusia dirancang untuk mencari rasa aman, dan pelukan menyediakan itu secara instan. Saat dipeluk, produksi hormon kortisol—pemicu stres—akan berkurang, memberi efek tenang secara alami.
Studi menunjukkan bahwa orang yang dipeluk sebelum menghadapi tekanan menunjukkan reaksi stres yang jauh lebih ringan. Bahkan, tekanan darah dan detak jantung cenderung lebih stabil setelah mendapat pelukan. Ini membuat pelukan menjadi semacam "obat penenang alami" yang mudah dan tanpa efek samping.
2. Kurang Sentuhan, Emosi Jadi Liar
Kurangnya kontak fisik bisa memicu kondisi yang disebut touch deprivation. Ini bukan sekadar merasa kesepian, tapi juga bisa membuat seseorang lebih sensitif, mudah tersinggung, atau bahkan agresif.
Otak yang tidak mendapat stimulus positif dari sentuhan akan mengalami kekurangan dopamin dan serotonin, dua senyawa kimia yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Akibatnya, emosi jadi lebih sulit dikendalikan. Tak heran, orang yang jarang disentuh cenderung lebih gelisah dan mudah meledak.
3. Pelukan Meredakan Konflik
Penelitian membuktikan bahwa pelukan setelah konflik dapat menurunkan intensitas emosi negatif. Orang yang dipeluk usai bertengkar cenderung lebih tenang dan cepat pulih suasana hatinya.
Ini karena pelukan menyampaikan sinyal non-verbal bahwa hubungan masih aman dan diterima. Efeknya, perasaan dendam atau kesal bisa reda lebih cepat dibanding jika konflik dibiarkan tanpa penyelesaian emosional. Pelukan jadi bentuk rekonsiliasi yang sederhana tapi sangat kuat.
4. Sentuhan Ciptakan Rasa Aman
Sentuhan bukan cuma soal fisik, tapi juga soal sinyal ke otak bahwa kita diterima dan dicintai. Pelukan memicu keluarnya oksitosin, hormon yang menciptakan rasa nyaman dan kedekatan.
Oksitosin juga dikenal sebagai hormon kepercayaan, karena membantu memperkuat ikatan antarindividu. Semakin sering seseorang mendapat sentuhan hangat, semakin kuat pula rasa aman dalam relasi sosialnya. Hal ini sangat penting dalam menjaga kestabilan emosi dan membangun hubungan yang sehat.
5. Mudah Marah Saat Tidak Ada Pelukan
Saat kebutuhan dasar seperti sentuhan tak terpenuhi, emosi jadi lebih mudah meledak. Orang bisa merasa gelisah, cemas, bahkan marah karena tubuhnya tidak mendapat "jeda emosional" berupa pelukan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
