
Ilustrasi terbangun tengah malam. (Amenic181/Freepik)
JawaPos.com–Apakah kamu sering terbangun tengah malam pagi tanpa penyebab yang jelas? Jika iya, jangan abaikan! Fenomena ini bukan sekadar kebetulan atau gangguan ringan, melainkan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu kamu perhatikan.
Beberapa orang mungkin mengaitkan terbangun di tengah malam dengan mitos atau hal mistis. Faktanya, ada penjelasan ilmiah di balik kejadian ini.
Dalam dunia medis, sering terbangun di tengah malam terutama pada waktu yang sama secara berulang dapat disebabkan berbagai faktor. Mulai dari gangguan tidur hingga masalah kecemasan.
Dilansir dari laman Psychology Today, dari faktor psikologis hingga kondisi kesehatan tertentu, ada penyebab medis yang bisa menjawab mengapa kamu sering terbangun di tengah malam. Yuk, simak ulasannya berikut ini agar kamu bisa memahami akar permasalahan dan menemukan cara mengatasinya!
Seiring bertambah usia, banyak orang mengalami perubahan pola tidur, seperti lebih sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk kembali tidur. Ini adalah hal yang wajar dan merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, bukan berarti kamu harus pasrah!
Untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak, cobalah teknik relaksasi seperti relaksasi otot progresif, di mana dirimu menegangkan lalu melepaskan otot secara bertahap. Selain itu, peregangan ringan sebelum tidur juga bisa membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kenyamanan saat beristirahat.
Jika masih sulit tidur kembali, hindari cahaya biru dari perangkat elektronik seperti ponsel atau tablet. Paparan cahaya ini dapat menekan produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur, sehingga membuat kamu semakin sulit terlelap.
Tahukah kamu bahwa keseimbangan gula darah berperan besar dalam kualitas tidur? Baik kadar gula yang terlalu rendah (hipoglikemia) maupun terlalu tinggi (hiperglikemia) di malam hari dapat mengganggu siklus tidur, menyebabkan seseorang sering terbangun tengah malam, gelisah, atau merasa lelah saat bangun pagi.
Kondisi ini lebih sering dialami mereka yang memiliki riwayat diabetes atau gangguan metabolik seperti diabetes tipe 2. Jika dirimu mengalaminya, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola makan yang tepat agar kadar glukosa tetap stabil sepanjang malam.
Salah satu cara efektif untuk menjaga keseimbangan gula darah saat tidur adalah dengan mengonsumsi camilan sehat sebelum tidur, pilihlah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, dan serat, seperti kacang almond, kenari, atau mentega kacang. Camilan ini dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.
Banyak orang mengira bahwa segelas alkohol sebelum tidur bisa membantu mereka lebih cepat terlelap. Memang, alkohol memberikan efek menenangkan pada awalnya, tetapi justru dapat mengganggu kualitas tidur secara keseluruhan.
Alkohol membuat tidur lebih terfragmentasi, yang berarti kamu lebih sering terbangun di malam hari. Selain itu, alkohol menghambat fase tidur REM (Rapid Eye Movement) fase penting untuk pemrosesan emosi, konsolidasi memori, dan pemulihan mental, akibatnya, meskipun tidur terasa cukup lama, tubuh tetap terasa lelah dan kurang segar keesokan hari.
Agar tidur tetap berkualitas, hindari konsumsi alkohol setidaknya empat jam sebelum tidur. Memberikan waktu bagi tubuh untuk memetabolisme alkohol dapat membantu meminimalkan efek negatifnya terhadap siklus tidur, jika ingin bangun dengan tubuh lebih segar dan pikiran lebih jernih, mulai kurangi kebiasaan minum alkohol sebelum tidur!
Kafein sering dikonsumsi untuk meningkatkan energi dan fokus, tetapi tahukah kamu bahwa efeknya bisa bertahan lebih lama dari yang dikira? Meskipun tetap bisa tertidur setelah menikmati secangkir kopi, kafein dapat menyebabkan tidur lebih terfragmentasi, membuat dirimu lebih sering terbangun tengah malam tanpa disadari.
Untuk menjaga kualitas tidur, batasi konsumsi kafein sebelum sore hari, idealnya sebelum pukul 14.00, jika kamu termasuk yang sensitif terhadap kafein, sebaiknya hentikan lebih awal. Perlu diingat, kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga dalam teh hitam, cokelat, soda, dan minuman berenergi yang bisa memberikan efek serupa.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
