Ilustrasi seseorang yang mengalami sindrom Tourette (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Tourette Syndrome atau sindrom Tourette adalah gangguan saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami tics, yaitu gerakan atau ucapan yang tidak terkendali. Gangguan ini bersifat bawaan sejak lahir dan umumnya mulai terlihat pada masa kanak-kanak atau remaja awal.
Gejala sindrom Tourette bisa bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah, dan sering kali disertai dengan kondisi lain seperti gangguan perhatian, hiperaktivitas (ADHD), gangguan tidur, serta kecemasan. Dalam beberapa kasus, penderita bisa mengeluarkan suara aneh, mengulang kata-kata, atau bahkan mengumpat tanpa alasan.
Penyebab pasti sindrom Tourette belum diketahui, tetapi beberapa faktor diduga berperan, termasuk kelainan genetik, gangguan selama kehamilan, dan ketidakseimbangan zat kimia di otak. Faktor risiko utama meliputi riwayat keluarga dan jenis kelamin, di mana kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki.
Jenis Tics pada Sindrom Tourette
Tics pada sindrom Tourette terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
Penanganan Sindrom Tourette
Hingga kini, belum ditemukan metode untuk menyembuhkan sindrom Tourette. Namun, ada beberapa pendekatan yang dapat membantu penderita mengendalikan gejala dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Psikoterapi
Terapi perilaku kognitif dapat membantu penderita mengontrol tics dan mengatasi gangguan lain seperti ADHD dan OCD. Teknik seperti hipnoterapi, meditasi, dan latihan relaksasi juga bisa diterapkan.
Obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat diberikan untuk meredakan gejala, seperti antipsikotik, antidepresan, botox, atau obat antikonvulsan. Penggunaan obat ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Deep Brain Stimulation (DBS)
DBS merupakan prosedur medis yang digunakan untuk kasus Tourette yang parah. Teknik ini melibatkan penanaman alat stimulasi di otak untuk mengurangi tics.
Dukungan Sosial
Penderita Tourette sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Orang tua juga disarankan untuk mencari komunitas atau kelompok dukungan guna memperoleh informasi yang lebih baik tentang kondisi ini.
Karena penyebab sindrom Tourette belum diketahui secara pasti, hingga kini belum ada cara untuk mencegahnya. Namun, diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak gangguan ini sehingga penderita dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
