
PATUHI ATURAN: Calon penumpang KA di Stasiun Gubeng mengenakan masker untuk anaknya saat menunggu kereta kemarin. Semua penumpang menuruti imbauan petugas. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam orang dewasa. Melainkan anak-anak juga tak lepas dari sasaran. Sementara itu, sifat anak-anak yang masih senang bermain dan belum banyak mengerti tentang pandemi, akan semakin meningkatkan potensi terjadinya penularan.
Psikolog Anak dan Keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan, pada situasi pandemi seperti sekarang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk menjaga anaknya. Terlebih jika buah hatinya masih berusia balita yang belum mengerti baca tulis, tentu akan sangat sulit jika diajarkan tentang protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan dengan air mengalir.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar orang tua memahami perkembangan anak. Jika masih berusia dini, maka komunikasi yang dilakukan harus nyambung dan dimengerti oleh anak.
"Kita (orang tua) juga jadi role model. Kita pakai masker, kita cuci tangan dulu, anak biasanya ngikutin. Jangan sampai orang tua menekan anak, sehingga anak malah stres," kata Sani.
Perempuan yang juga menjabat Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani menyampaikan, ketika anak stres, maka akan semakin sulit untuk diberi pemahaman. Maka sebaiknya ketika mengajari anak dilakukan dengan cara kegiatan bermain yang menarik. Sehingga anak tidak bosan.
Baca juga: Satgas Covid-19: Jaga Imunitas Tubuh, Tak Boleh Panik Tetap Gembira
"Orang tua harus menerangkannya dengan cara yang mudah. Misal, nak yuk kita main ini pakai masker ya nak, kenapa? Supaya nggak ketularan penyakit, misalnya," jelasnya.
Anak yang kritis biasanya akan merespons dengan banyak pertanyaan kepada orang tuanya. Untuk mengimbanginya orang tua harus merespon dengan jawaban yang mudah dimengerti. Tidak memakai istilah yang membuat anak bingung. Seperti menyebut WHO, atau mengutip jurnal penelitian, atau mengutip pernyataan pemerintah dan lain sebagainya.
Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri jika anak-anak banyak yang tidak nyaman memakai masker saat berkegiatan di luar rumah. Solusi terbaiknya adalah mencegah anak bermain di luar. Sebagai gantinya orang tua menyiapkan kegiatan yang disukai anak di dalam rumah. Dengan begitu, anak-anak tidak stres meskipun setiap hari berada di rumah.
"Anak punya hak untuk tumbuh kembang dan bahagia, itu kewajiban orang tua memberikannya," pungkas Sani.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=EUZqF6WPL1Q&ab_channel=jawapostvofficial

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
