
Ilustrasi orang mengalami depresi (Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan orang mengalami tekanan hidup, mereka yang menderita akan hal ini akan menyadari batas kemampuan mereka, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitas mereka.
Kesehatan mental lebih dari sekadar tidak adanya gangguan mental. Kesehatan mental masuk kedalam suatu kontinum yang kompleks, serta dialami secara berbeda dari satu orang ke orang lain, dengan tingkat kesulitan dan tekanan yang berbeda-beda serta kemungkinan hasil sosial dan klinis yang sangat berbeda pula.
Adapun faktor dan cara pencegahan agar terhindar dari kesehatan mental seperti dikutip pada World Health Organization.
Munculnya gangguan terhadap kesehatan mental seseorang sering dijumpai pada faktor psikologis dan biologis setipa individu seperti keterampilan emosional, penggunaan zat terlarang dan genetika dapat membuat orang lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental.
Pengaruh terhadap keadaan sosial, ekonomi, geopolitik, dan lingkungan yang tidak menguntungkan termasuk kemiskinan, kekerasan, ketidaksetaraan, dan deprivasi lingkungan juga meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi kesehatan mental.
Faktor-faktor perlindungan juga kerap terjadi dan berfungsi untuk memperkuat ketahanan. Faktor-faktor tersebut meliputi keterampilan dan atribut sosial dan emosional individu serta interaksi sosial yang positif, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, lingkungan yang aman, dan kohesi komunitas, antara lain.
Risiko kesehatan mental dan faktor perlindungan dapat ditemukan di masyarakat pada skala yang berbeda. Ancaman lokal meningkatkan risiko bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
Ancaman global meningkatkan risiko bagi seluruh populasi dan mencakup kemerosotan ekonomi, wabah penyakit, keadaan darurat kemanusiaan, dan pengungsian paksa, serta krisis iklim yang terus meningkat.
Setiap faktor risiko dan faktor perlindungan hanya memiliki kekuatan prediktif yang terbatas. Kebanyakan orang tidak mengalami kondisi kesehatan mental meskipun terpapar faktor risiko dan banyak orang tanpa faktor risiko yang diketahui tetap mengalami kondisi kesehatan mental.
Meskipun demikian, faktor penentu kesehatan mental yang saling berinteraksi berfungsi untuk meningkatkan atau melemahkan kesehatan mental.
Adapun pencegahan agar tidak menderita kesehatan mental yakni
Intervensi promosi dan pencegahan bekerja dengan mengidentifikasi faktor penentu kesehatan mental secara individu, sosial, dan struktural.
Lalu melakukan intervensi untuk mengurangi risiko, membangun ketahanan, dan membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Intervensi dapat dirancang untuk individu, kelompok tertentu, atau seluruh populasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
