
Ilsutrasi segalas susu. (jcomp-freepik)
JawaPos.com - Diare pada anak seringkali menimbulkan kebingungan bagi orang tua, terutama terkait dengan apakah anak yang mengalami diare masih boleh mengonsumsi susu. Diare didefinisikan sebagai kondisi di mana anak buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari dengan tinja yang lebih cair dari biasanya.
“Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi virus, terutama pada balita. Dalam situasi ini, penting untuk memahami apakah anak yang mengalami diare boleh minum susu atau tidak,” ungkap dr. Jennie Dianita, Sp.A, seperti dilansir dari laman tentanganak.
Pemberian Susu saat Anak Diare
Ketika anak mengalami diare, produksi enzim laktase di usus mereka menurun, yang mengakibatkan kesulitan dalam mencerna laktosa, zat yang terkandung dalam susu. Akibatnya, anak bisa mengeluarkan susu dalam bentuk tinja cair berwarna putih. Namun, ini tidak selalu menunjukkan intoleransi laktosa atau alergi susu sapi.
Penelitian menunjukkan bahwa mengencerkan susu tidak mengurangi intensitas diare dan malah dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada anak. Oleh karena itu, anak yang sedang mengalami diare tetap boleh minum susu dengan takaran normal, tanpa perlu diencerkan.
Haruskah Ganti Susu saat Anak Diare?
Keputusan untuk mengganti susu harus didasarkan pada penyebab diare. Jika diare disebabkan oleh intoleransi laktosa atau alergi susu sapi, maka mengganti susu mungkin perlu dipertimbangkan. Namun, selama diare, mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa bisa membantu meringankan beban kerja usus, tanpa mengabaikan kebutuhan cairan tubuh anak.
Pertolongan Pertama Menghadapi Anak yang Diare
Untuk Anak Usia 6 Bulan ke Atas:
ASI: Tetap berikan ASI lebih sering dari biasanya, terutama setelah muntah. Berikan juga larutan oralit atau air dalam 12 jam pertama.
Susu Formula: Kurangi takaran susu formula dan ganti dengan larutan oralit atau air selama 12 jam pertama. Setelah kondisinya membaik, kembalikan susu formula secara bertahap.
Untuk Balita:
Berikan minuman dalam jumlah kecil secara teratur, misalnya setiap 15 menit. Larutan oralit adalah pilihan terbaik, tetapi jika anak menolak, jus pisang bisa menjadi alternatif, terutama bagi yang sudah mulai MPASI.
Suplemen Prebiotik dan Zinc Sulfat
Prebiotik: Membantu memperbaiki keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan, mempercepat pemulihan diare.
Zinc Sulfat: Disarankan selama 10 hari untuk membantu mengatasi defisiensi zinc yang umum terjadi selama diare dan mendukung fungsi pencernaan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
