Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 11.05 WIB

8 Gejala Diebets Ini Wajib Diwaspadai, Kerap Buang Air Kecil Jadi Salah Satunya

Cek kadar gula darah./ (Freepik) - Image

Cek kadar gula darah./ (Freepik)

JawaPos.com - Diabetes adalah suatu kondisi medis kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah.

Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah untuk digunakan sebagai energi.

Ada beberapa jenis diabetes, yaitu:

Diabetes Tipe 1: Kondisi di mana pankreas hampir tidak memproduksi insulin sama sekali.

Hal ini biasanya terjadi akibat reaksi autoimun yang merusak sel-sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Diabetes tipe 1 umumnya didiagnosis pada anak-anak dan orang dewasa muda.

Diabetes Tipe 2: Kondisi di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik (resistensi insulin) atau tidak memproduksi cukup insulin untuk menjaga kadar glukosa darah tetap normal.

Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling umum dan sering dikaitkan dengan faktor gaya hidup seperti obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Diabetes Gestasional: Diabetes yang terjadi selama kehamilan. Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Gejala awal diabetes bisa bervariasi tergantung pada jenis diabetes dan bisa berkembang secara perlahan atau tiba-tiba.

Beberapa gejala awal umum yang dapat mengindikasikan adanya diabetes meliputi:

1. Peningkatan kadar gula dalam darah membuat tubuh menarik lebih banyak air dari jaringan tubuh, menyebabkan rasa haus yang berlebihan.

2. Tubuh mencoba membuang kelebihan gula melalui urin, sehingga menyebabkan seringnya buang air kecil, terutama pada malam hari.

3. Meskipun kadar gula dalam darah tinggi, sel-sel tubuh tidak dapat menggunakannya untuk energi, sehingga tubuh merasa lapar terus-menerus.

4. Meskipun makan lebih banyak, tubuh tidak bisa menggunakan glukosa untuk energi, sehingga mulai membakar lemak dan otot sebagai gantinya, yang mengakibatkan penurunan berat badan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore