Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2024 | 22.57 WIB

Bahaya Merokok Setelah Olahraga: Simak Fakta dan Penjelasannya menurut Jurnal Penelitian Ilmiah di Sini!

Ilustrasi perempuan memegang rokok dan cakram beban/(Freepik/Stockking) - Image

Ilustrasi perempuan memegang rokok dan cakram beban/(Freepik/Stockking)

JawaPos.com – Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Namun, apa jadinya jika Anda merokok setelah olahraga? Apakah Anda tahu bahwa kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi kesehatan Anda?

Merokok setelah olahraga bukan hanya mengurangi manfaat dari aktivitas fisik yang Anda lakukan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, infeksi pernapasan, dan kanker.

Berikut adalah penjelasan dari para ahli mengenai bahaya merokok setelah olahraga seperti yang dilansir dari Livestrong.com, Senin (19/2).

Merokok Setelah Olahraga Mengurangi Manfaat dari Olahraga

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine, merokok segera setelah olahraga dapat mengurangi manfaat dari aktivitas fisik sebesar 40 persen.

Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang mengandung karbon monoksida, nikotin, dan zat kimia lainnya yang dapat mengganggu aliran darah dan oksigen ke jantung dan otot.

Akibatnya, Anda tidak akan mendapatkan efek positif dari olahraga, seperti meningkatkan stamina, membakar kalori, atau menurunkan tekanan darah. Selain itu, merokok setelah olahraga juga dapat mengurangi pasokan oksigen ke otot dan menunda proses pemulihan.

Oksigen adalah zat yang penting untuk membantu otot memperbaiki diri dan tumbuh setelah olahraga. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan menghambat proses ini dan membuat otot Anda lebih mudah lelah, nyeri, atau cedera.

Merokok Setelah Olahraga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Merokok setelah olahraga juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini karena merokok dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan irama denyut jantung.

Saat olahraga, jantung akan dipacu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan memberikan beban tambahan pada jantung Anda.

Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan penurunan fungsi paru-paru.

PPOK juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, aritmia, atau serangan jantung.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore