
Ilustrasi pria yang sedang sedih dan sakit hati.
JawaPos.com – Sakit hati adalah perasaan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama saat menghadapi kegagalan, penolakan, atau kehilangan orang yang dicintai. Meski bersifat emosional, sakit hati ternyata tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental, tetapi juga kesehatan fisik. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa saja masalah fisik yang bisa ditimbulkan oleh sakit hati? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Sakit Hati dan Masalah Fisik, Apa Hubungannya?
Menurut sebuah artikel dari laman Healthline, Sabtu (17/2), sakit hati bisa menyebabkan masalah fisik karena adanya hubungan antara otak dan tubuh. Ketika seseorang merasakan sakit hati, otak akan mengenali situasi tersebut sebagai ancaman atau bahaya. Sebagai respons, otak akan melepaskan zat kimia berupa hormon yang dapat memicu rasa tidak nyaman dan stres.
Salah satu hormon yang dilepaskan oleh otak saat sakit hati adalah kortisol. Kortisol adalah hormon stres yang memiliki berbagai fungsi, seperti mengatur proses metabolisme, tekanan darah, gula darah, dan siklus tidur. Namun, jika kadar kortisol di dalam tubuh terlalu tinggi atau terlalu rendah, fungsi-fungsi tersebut bisa terganggu.
Sebuah studi dalam jurnal Physical Therapy (2014) menyebutkan bahwa peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkatkan risiko peradangan, depresi, hingga sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit. Dengan begitu, seseorang yang sakit hati akan lebih mudah merasa sakit di berbagai bagian tubuhnya.
Selain itu, sakit hati juga bisa menyebabkan masalah fisik karena perilaku yang tidak sehat yang dilakukan oleh seseorang untuk menyalurkan emosinya. Beberapa orang yang merasa stres karena sakit hati cenderung banyak makan, merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan. Perilaku ini dikenal sebagai emotional eating atau makan berlebihan karena emosi.
Emotional eating atau banyak makan saat stress bisa membuat seseorang memilih makanan yang tidak sehat, seperti junk food, yang mengandung lemak, gula, dan garam berlebih. Jika dilakukan secara terus-menerus, emotional eating bisa menyebabkan obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.
Masalah Fisik yang Disebabkan oleh Sakit Hati, Apa Saja?
Dilansir dari Healthline, Sabtu (17/2), berikut ini adalah beberapa jenis masalah fisik yang bisa disebabkan oleh sakit hati, beserta penjelasannya:
- Nyeri kepala: Sakit hati bisa meningkatkan tekanan darah dan ketegangan otot, yang bisa menyebabkan nyeri kepala. Nyeri kepala yang terjadi karena sakit hati biasanya berupa sakit kepala tegang atau migrain.
- Sakit perut: Sakit hati bisa mempengaruhi sistem pencernaan, yang bisa menyebabkan sakit perut. Sakit perut yang terjadi karena sakit hati bisa berupa kram, mual, muntah, diare, atau sembelit.
- Nyeri dada: Sakit hati bisa menyebabkan nyeri dada karena adanya peningkatan detak jantung dan kontraksi otot jantung. Nyeri dada yang terjadi karena sakit hati bisa berupa angina atau sindrom patah hati (takotsubo cardiomyopathy), yaitu kondisi di mana jantung melemah akibat stres emosional.
- Sakit punggung: Sakit hati bisa menyebabkan sakit punggung karena adanya ketegangan otot dan peradangan pada tulang belakang. Sakit punggung yang terjadi karena sakit hati bisa berupa nyeri pada leher, bahu, atau pinggang.
- Insomnia: Sakit hati bisa menyebabkan insomnia atau kesulitan tidur karena adanya kecemasan, depresi, atau pikiran negatif yang mengganggu tidur. Insomnia yang terjadi karena sakit hati bisa berupa kesulitan untuk tertidur, sering terbangun, atau tidur tidak nyenyak.
- Sakit tenggorokan: Sakit hati bisa menyebabkan sakit tenggorokan karena adanya peningkatan produksi lendir, peradangan, atau infeksi pada tenggorokan. Sakit tenggorokan yang terjadi karena sakit hati bisa berupa rasa kering, gatal, atau nyeri pada tenggorokan.
Cara Mengatasi Sakit Hati dan Masalah Fisiknya, Bagaimana?
Sakit hati memang tidak bisa dihindari, tetapi bisa diatasi dengan cara yang sehat. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit hati dan masalah fisiknya:
1. Menerima perasaan negatif dan tidak menyangkal atau memendamnya
Langkah pertama untuk mengatasi sakit hati adalah dengan menerima perasaan yang ada, baik itu sedih, marah, kecewa, atau lainnya. Jangan menyangkal, menutupi, atau menyalahkan diri sendiri atas perasaan tersebut. Cobalah untuk mengungkapkan perasaan tersebut dengan cara yang positif, seperti menulis jurnal, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau berkonsultasi dengan psikolog.
2. Melakukan aktivitas yang menyenangkan

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
