
Ilustrasi Mie instan (Freepik/Kamran Aydinov)
JawaPos.com – Mie instan memang sangat tinggi peminatnya. Selain praktis, produk ini juga termasuk makanan yang murah meriah. Kebanyakan konsumen dari produk mie instan adalah anak muda khususnya anak-anak. Konsumsi mie instan dalam jumlah sedang mungkin tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.
Namun, nilai gizinya yang rendah dan seringnya dikonsumsi mungkin disebabkan oleh kualitas makanan yang buruk. Mie instan adalah makanan ringan yang populer di seluruh dunia. Meski mie instan ini murah dan mudah dibuat, masih banyak kontroversi mengenai efek sampingnya terhadap kesehatan, karena rendah nutrisi dan kaya akan natrium dan MSG.
Mie instan adalah mie yang sudah dimasak sebelumnya, biasanya dijual dalam kemasan tersendiri atau dalam cangkir atau mangkok. Bahan mie yang umum antara lain tepung terigu, garam, dan minyak sawit. Paket perasa yang ada di kemasan mengandung garam, penyedap rasa, dan monosodium glutamat (MSG).
Dilansir JawaPos.com dari Healthline, mayoritas mie instan rendah kalori, serat dan protein, namun tinggi lemak, karbohidrat, natrium dan beberapa mikronutrien. Berikut dampak dari mengonsumsi mie instan yang berlebih:
1. Mengandung banyak kalori, serta rendah serat dan protein
Banyak orang makan satu bungkus mie dalam satu waktu, artinya mereka pada dasarnya makan dua porsi. Penting untuk diingat bahwa mie instan rendah serat dan protein sehingga mungkin bukan pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan.
2. Mie instan mengandung MSG
Kebanyakan mie instan mengandung bahan yang dikenal sebagai monosodium glutamat (MSG), bahan tambahan makanan yang umum digunakan untuk meningkatkan rasa pada makanan olahan. Meskipun FDA mengakui MSG aman untuk dikonsumsi, potensi dampaknya terhadap kesehatan masih kontroversial.
Beberapa penelitian mengatakan jika mengkonsumsi MSG yang sangat tinggi dapat mempengaruhi penambahan berat badan dan bahkan peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan mual.
3. Asupan mie instan bisa dikaitkan dengan kualitas makanan yang buruk
Beberapa penelitian menemukan bahwa seringnya konsumsi mie instan dapat menyebabkan kualitas makanan menjadi buruk. Penelitian yang membandingkan kebiasaan makan konsumen mie instan dan konsumen non mie instan. Meski konsumen mie instan meningkatkan asupan beberapa mikronutrien, mereka secara signifikan menurunkan asupan protein, kalsium, vitamin C, fosfor, zat besi, niasin, dan vitamin A.
Selain itu, penelitian itu juga menemukan bahwa persepsi konsumen mie instan peningkatan natrium dan kalori dibandingkan dengan konsumen mie non-instan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
