Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 16.29 WIB

Mengenal Kanker Pankreas, Penyakit yang Diduga Menjadi Penyebab Kepergian Mantan Menteri Rizal Ramli

Ilustrasi - Kanker Pankreas. - Image

Ilustrasi - Kanker Pankreas.

JawaPos.com - Kabar duka datang dari mantan Menteri dan ahli ekonomi, Rizal Ramli, yang meninggal dunia pada Selasa (2/1).

Dikabarkan, Rizal Ramli meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena kanker pankreas stadium 4.

Sebagaimana diketahui, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.30 WIB.

Rizal Ramli meninggal dunia tepat pada usia ke-69 tahun. Pakar ekonomi itu lahir pada 10 Desember 1954 di Padang, Sumatera Barat.
 
Disebutkan meninggal dunia akibat kanker pankreas, berikut informasi terkait virus ganas yang bersarang di tubuh mendiang Rizal Ramli

Dilansir JawaPos.com dari Indonesia Cancer Care Community, kanker pankreas sering dikatakan sebagai ‘silent disease’ karena tidak adanya gejala pada stadium awal.

Tidak terdapat pula pemeriksaan yang spesifik untuk menemukan kanker pankreas pada pasien tanpa gejala.

Seiring dengan berkembangnya kanker, tanda dan gejala mulai muncul pada pasien berupa kuning pada mata dan kulit, warna urin menjadi gelap, gatal-gatal, dan feses pucat karena sumbatan saluran empedu.

Selain itu juga munculnya rasa nyeri pada perut atau punggung belakang, penurunan berat badan, mual muntah, pembesaran kandung empedu atau hati, adanya pembekuan pada pembuluh darah tungkai bawah, dan diabetes.

Penyebab kanker pankreas tidak diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker pankreas.

Faktor risiko tersebut adalah usia di atas 45 tahun, perokok, obesitas, mengonsumsi alkohol, diabetes, memiliki riwayat penyakit dalam keluarga, peradangan pada pankreas, dan perubahan materi genetik.

Jika pasien telah terdiagnosa kanker pankreas, ada beberapa pilihan dan rekomendasi terapi tergantung pada jenis dan stadium kanker.

Antara lain pembedahan atau pengangkatan semua atau sebagian dari pankreas, terapi radiasi, kemoterapi, terapi target pada gen spesifik kanker, protein, dan lingkungan yang berperan dalam pertumbuhan kanker, serta imunoterapi.

Jika terdeteksi lebih awal saat masih bisa dilakukan pembedahan, persentase pasien yang dapat bertahan hidup dalam 5 tahun (5-year survival rate) adalah 37 persen.

Namun, jika kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya, 5-year survival rate menurun menjadi 12 persen.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore