Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2023 | 18.00 WIB

Tak Hanya Orang Dewasa, Pencegahan DBD Juga Perlu Diajarkan Sejak Usia Anak

Ilustrasi DBD. Dok. JawaPos

 

Jawapos.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) memang masih menjadi momok di masyarakat. Melihat tingginya kasus DBD di Indonesia, kampanye pencegahan dengan 3M Plus pun terus digalakkan.

Kasus DBD di Indonesia sendiri dikatakan cukup tinggi tiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Oktober 2023, sekitar 68.181 orang terkena DBD dengan kematian mencapai 487 kasus. Tak hanya itu, yang lebih mengejutkan, sekitar 40 persen kematian akibat DBD terjadi pada rentang usia anak yakni 5 -14 tahun.

Berdasarkan hal tersebut, pengenalan pencegahan DBD sudah seharusnya dikenalkan pada usia anak. Sebab, perubahan datang karena kebiasaan baik yang dipupuk sejak usia dini. Termasuk kebiasaa baik kampanye 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air, dan melakukan perlindungan ekstra seperti vaksin DBD, meningkatkan daya tahan tubuh dan pastinya menggunakan obat anti nyamuk.

Diungkapkan Astin Julaikha, Sub Koordinator Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SD dan PKLK, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, edukasi pencegahan DBD kepada pelajar Sekolah Dasar ini merupakan salah satu upaya dalam memberantas penyakit demam berdarah. Tentunya mendukung program pemerintah dalam menggalakkan 3M Plus.

“Harapannya, melalui edukasi interaktif ini dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang bahaya dan cara mencegah DBD,” ujar Astin Julaikha dalam kegiatan Godrej Global Volunteering Week (GGVW) pada 2023 bertema ‘Edukasi Pencegahan DBD Kepada Pelajar Sekolah Dasar’. 

GGVW merupakan kegiatan dari PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) dengan menggandeng Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Himpunan Mahasiswa Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Kegiatan GGVW bertema ‘Edukasi Pencegahan DBD Kepada Pelajar Sekolah Dasar’ sukses digelar pada 22 November hingga 8 Desember 2023 ini melibatkan 1.500 pelajar di 20 Sekolah Dasar di 5 wilayah administrasi DKI Jakarta.

Uniknya, dalam edukasi pencegahan DBD, tokoh karakter Super HITO yakni pahlawan pemberantas si nyamuk nakal Aedes Aegypti hadir. Super HITO juga memutarkan tayangan animasi tentang siklus hidup nyamuk, bahaya penyakit DBD, dan cara pencegahannya.

“Penanggulangan demam berdarah merupakan tugas bersama dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. kami berharap angka kasus DBD terutama pada anak-anak dapat menurun. Kami juga akan terus mendukung program 3M Plus guna mewujudkan Indonesia bebas dari DBD,” ungkap Head Corporate Communication, Culture & Engagement GCPI, Wahyu Radita.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore