Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 21.13 WIB

Anak Mendadak Tantrum? Jangan Langsung Dimarahi, Tenang dan Lakukan 3 Cara yang Dibagikan Para Ahli Ini

Ilustrasi – Anak tantrum tidak boleh dimarahi, Ajak dia lakukan hal yang bisa meredakan emosinya dan membuatnya kembali tenang (Pexels/Keira Burton). - Image

Ilustrasi – Anak tantrum tidak boleh dimarahi, Ajak dia lakukan hal yang bisa meredakan emosinya dan membuatnya kembali tenang (Pexels/Keira Burton).

JawaPos.com - Tantrum merupakan masalah perilaku yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah untuk mengekspresikan kemarahan mereka.

Perilaku yang sering terlihat yaitu menangis, tidur di lantai, meronta-ronta, berteriak, dan menghentak-hentakkan kedua kaki ke lantai.

Perilaku tantrum bersifat alamiah, terutama pada anak yang belum bisa bicara atau menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Orang tua tidak perlu mengkhawatirkan hal itu karena perilaku tersebut normal dan tak akan permanen, melainkan hanya terjadi pada anak berusia 15 bulan hingga 6 tahun.

Namun pada kondisi yang parah, anak bisa mengalami tantrum dengan gejala yang cenderung agresif, seperti anak sering marah dalam waktu yang lama dan lebih sering, saat marah mereka juga sering melakukan kontak fisik dengan orang lain, atau bahkan memukul dirinya sendiri.

Merangkum dari laman Prima Hospital dan akun Instagram @parentingmeyrakibaby (7/12), ada tiga cara yang direkomendasikan para ahli untuk mengatasi anak yang sedang tantrum, simak penjelasannya.

1. Ajarkan untuk Mengatur Nafas

Hal pertama yang harus dilakukan para orang tua saat menghadapi anak yang tantrum adalah menenangkan diri.

Tarik nafas dalam-dalam, dan jika memungkinkan ajarkan juga anak untuk melakukan hal yang sama.

Orang tua juga bisa meredakan emosi si kecil dengan cara memeluknya dan memberikan tepukan halus pada punggung.

2. Ajarkan Anak Merasakan Detak Jantungnya

Disini orang tua bisa mengajarkan anak untuk memegang dadanya supaya Ia bisa merasakan perbedaan antara detak jantung tenang dan tidak tenang.

Pastikan emosi anda stabil dan usahakan untuk terus menemaninya agar anak tidak merasa terabaikan.

Langkah tersebut juga untuk menghindari tindakan nekat, misalnya memukul tubuhnya sendiri atau lari ke tempat berbahaya.

3. Mulai Berhitung

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore