
Ilustrasi seorang pria mengalami disfungsi ereksi.
JawaPos.com - Disfungsi ereksi merupakan istilah ketidakmampuan ereksi untuk memenuhi kebutuhan aktivitas seksual. Kebanyakan pria tidak suka membicarakan masalah ini, karena menimbulkan perasaan malu dan lemah.
Meski disfungsi ereksi merupakan gangguan seksual yang umum pada pria, masih banyak orang menganggapnya remeh dan tabu. Padahal jika tidak segera ditangani, malah akan memperparah disfungsi ereksi dan timbul berbagai penyakit lainnya.
Dilansir dari laman Mayo Clinic disebutkan berbagai mitos tentang disfungsi ereksi serta fakta sebenarnya.
Mitos: Disfungsi ereksi hanya menyerang pria lanjut usia
Fakta yang sebenarnya, disfungsi ereksi bisa terjadi pada semua usia, meskipun lebih sering terjadi pada pria lanjut usia. Dengan bertambahnya usia, ereksi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang, tidak terlalu kaku, atau mungkin membutuhkan lebih banyak rangsangan.
Mitos: Disfungsi ereksi mengganggu tapi tidak berbahaya
Fakta yang sebenarnya, disfungsi ereksi menjadi peringatan adanya risiko kondisi penyakit yang lebih kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
Seorang pria yang mengidap penyakit jantung tahap awal bisa mengalami disfungsi ereksi. Hal ini disebabkan arteri yang mensuplai penis lebih kecil daripada jantung.
Mitos: Disfungsi ereksi hanya disebabkan dari pikiran
Fakta yang sebenarnya, disfungsi ereksi bukan hanya disebabkan karena faktor psikologis, melainkan juga karena kondisi fisik yang bisa menjadi masalah ereksi.
Disfungsi ereksi memang bisa disebabkan oleh depresi, stres, kecemasan, dan kelelahan. Namun, faktor fisik juga menjadi sumber masalah.
Penyakit seperti diabetes dan jantung menyebabkan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Selain itu, terdapat obat yang mengganggu impuls saraf dan aliran darah ke penis.
Mitos: Disfungsi ereksi berarti ada yang salah dengan penis
Fakta yang sebenarnya, disfungsi ereksi tidak hanya disebabkan masalah pada penis. Untuk menghasilkan ereksi, pria membutuhkan otak yang sehat, pembuluh darah yang lancar, dan hormon testosteron yang cukup.
Jika terdapat dari salah satu aspek tersebut yang bermasalah, akan berpengaruh pada kemampuan ereksi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
