Kinerja Otak Tidak Optimal saat Bekerja Akibat Kurang Tidur (inc.com)
JawaPos.com - Melalui penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behaviour, para peneliti dari University of Portsmouth menemukan bahwa melakukan olahraga ringan selama 20 menit mampu meningkatkan kekuatan otak, terutama setelah mengalami kurang tidur semalaman.
Hasil studi ini memberikan wawasan baru terkait dampak positif aktivitas fisik terhadap kinerja kognitif, bahkan dalam kondisi kelelahan.
Temuan ini menyoroti potensi manfaat olahraga 20 menit sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan fungsi otak dalam situasi kurang tidur.
"Temuan ini secara signifikan menambah apa yang kita ketahui tentang hubungan antara olahraga dan pemicu stres serta membantu memperkuat pesan bahwa gerakan adalah obat bagi tubuh dan otak," terang Peneliti Joe Costello, dikutip dari antaranews.com, Senin (27/11).
Pernyataan itu disampaikan dalam liputan Medical Daily pada 24 November lalu, menggarisbawahi pentingnya aktivitas fisik sebagai solusi bagi kesehatan mental dan fisik, terutama dalam menghadapi stres.
Untuk mencapai temuan ini, peneliti melakukan dua percobaan terpisah, yang masing-masing melibatkan 12 partisipan.
Baca Juga: Para Ibu Wajib Tahu Waktu dan Dampak Negatif Kurang Tidur pada Anak, Berikut Cara Mengatasinya
Pada uji coba pertama, penelitian dimulai dengan mengevaluasi dampak kurang tidur sebagian terhadap kinerja kognitif seseorang.
Peserta dalam uji coba ini hanya diberi kesempatan untuk tidur selama lima jam setiap malam selama tiga hari, mengarah pada pemahaman mendalam tentang bagaimana kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi otak.
Sementara itu, tes kedua fokus pada penilaian dampak dari kurang tidur total dan paparan hipoksia. Dalam uji coba ini, peserta tidak diperbolehkan tidur semalaman dan ditempatkan dalam lingkungan hipoksia untuk menyimulasikan kondisi rendah oksigen.
Setiap pagi selama percobaan, para peserta diberikan tujuh tugas yang harus mereka lakukan saat beristirahat dan saat bersepeda.
Selain itu, mereka diminta untuk menilai tingkat kantuk dan suasana hati mereka sebelum menyelesaikan setiap tugas, memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang dampak kurang tidur total dan paparan hipoksia terhadap kinerja kognitif dan respons emosional.
Hasil dari kedua uji coba tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam kinerja kognitif setelah para peserta menjalani sesi bersepeda selama 20 menit.
Para peneliti menyatakan bahwa mereka memilih aktivitas berintensitas sedang ini dengan pertimbangan, karena olahraga yang lebih intens dapat berpotensi menjadi pemicu stres dan menghasilkan efek negatif pada fungsi kognitif.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
