Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 12.24 WIB

Ahli Gizi Sebut Penting Memperhatikan Asupan Gizi Makanan hingga Pembatasan Konsumsi GGL

Ilustrasi makanan sehat. Kunci untuk belajar makan sehat adalah mengetahui cara memilih makanan yang paling bergizi untuk dikonsumsi. - Image

Ilustrasi makanan sehat. Kunci untuk belajar makan sehat adalah mengetahui cara memilih makanan yang paling bergizi untuk dikonsumsi.

JawaPos.com – Tercukupinya nutrisi tubuh menjadi pilar penting untuk keberlangsungan hidup. Oleh sebab itu, sebuah keharusan untuk memperhatikan asupan gizi makanan.

Nutrisionis RSU Kaliwates Jember Eryn Patria Perdani mengatakan, menjalani pola hidup sehat bisa dilihat dari asupan makanan. ”Makanan sehat dengan tumpeng gizi seimbang merupakan piramida asupan nutrisi yang harus dipenuhi tubuh,” ucap Eryn.

Dia memaparkan bahwa ada empat susunan dalam tumpeng gizi. Dari yang paling pokok, yaitu sumber karbohidrat, serat, protein, serta asupan gula, garam, dan lemak (GGL).

”Karbohidrat tidak hanya bisa didapatkan dari nasi, tapi bisa dari ketela atau golongan umbi-umbian lain. Dalam sehari porsinya tiga sampai empat,” jelas Eryn Patria Perdani.

Ahli gizi itu menyarankan konsumsi buah dalam sehari dua sampai tiga porsi, sedangkan sayuran tiga sampai empat porsi. Kemudian, pemenuhan protein, baik nabati ataupun hewani, dipenuhi dua sampai empat porsi sehari.

”Sumber protein pada susu, tahu, tempe, daging, ayam, dan telur. Dalam penerapannya, bisa divariasi,” jelas Eryn Patria Perdani.

Lebih lanjut, yang paling atas dari tumpeng gizi seimbang itu menurut dia adalah asupan gula, garam, dan lemak (GGL). Konsumsi GGL perlu dibatasi. Sumber lemak bisa didapatkan dari minyak.

”GGL ini perlu kita batasi konsumsinya, dalam sehari gula tidak lebih dari empat sendok makan, garam tidak lebih dari satu sendok teh, dan lemak tidak lebih dari lima sendok makan,” terang Eryn Patria Perdani.

Dia menjelaskan, jika pemenuhan GGL tidak masuk ke dalam daftar empat sehat lima sempurna. Sebab, konsumsi GGL tidak boleh berlebihan karena berisiko timbulnya penyakit degeneratif. Misalnya gula dengan risiko diabetes, garam berisiko hipertensi atau jantung, dan lemak yang berisiko stroke hingga jantung, apabila dikonsumsi secara berlebihan.

”Penting juga untuk tidak melupakan asupan air putih, minimal 2 liter sehari dan diimbangi dengan aktivitas fisik seperti olahraga serta menjaga kebersihan,” tutur Eryn Patria Perdani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore