
Pemeriksaan gigi terhadap pasien. (Antara/Pexels/Arvind Philomin)
JawaPos.com - Apabila Anda mengalami beberapa gigi yang bergoyang seketika, sebaiknya tidak dianggap remeh.
Kebanyakan dari masyarakat tidak mengambil pusing apabila mengalami kondisi seperti demikian.
Karena hal tersebut merupakan salah satu kondisi yang mengarah pada penyakit serius.
Gigi yang goyang merupakan salah satu indikasi penyakit diabetes. Menurut DR. Dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD-KEMD, FINASIM, selaku dokter spesialis penyakit dalam, gigi yang goyang seringkali menjadi tanda diabetes yang tidak disadari seseorang.
"Karena pada pasien yang gulanya tinggi terjadi perubahan dari gusi, seperti terangkat, membengkak sehingga giginya goyang", ucapnya dalam forum kesehatan daring (13/11).
Dilansir dari Antara, seringkali sebagian orang apabila mengalami kondisi gigi yang bergoyang, mereka terlanjur panik sehingga segera meminta dokter untuk mencabut gigi tersebut.
Padahal tidak seharusnya melakukan seperti itu, perlunya konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi tersebut. Karena bisa jadi dia mengidap diabetes.
"Kalau gulanya tinggi akan terjadi goyang (gigi), yang salah satu itu dicabut. Itu sering terjadi, dia (pasien) tidak tahu diabetes. Gigi goyang lalu ke dokter gigi minta dicabut", ucap Soebagijo.
Dokter tersebut menambahkan, gigi yang bergoyang serta kondisi gusi yang buruk akan lekas membaik apabila kandungan gula darah kembali normal.
Penyakit gula atau diabetes berpotensi menaikkan risiko terkena penyakit mulut. Gula darah dengan kadar yang tinggi akan meningkatkan kadar gula dalam saliva (air liur).
Bakteri yang terdapat pada plak, lapisan lengket pada gigi, akan mengkonsumsi kadar gula tersebut.
Apabila dibiarkan, maka berpotensi terjadinya gigi berlubang, kerusakan gigi, dan penyakit gusi.
Diabetes juga dapat menurunkan sistem kekebalan pada tubuh, pada akhirnya tubuh akan melemahkan kemampuannya dalam melakukan penyembuhan.
Hal ini menjadi alasan terkait penderita diabetes dengan infeksi yang sulit sembuh.
Selain itu, air liur yang diproduksi akan menurun sehingga tidak cukup, hal ini disebabkan oleh obat tertentu yang dikonsumsi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
