
Ilustrasi stretch mark. Sumber: freepik.com
JawaPos.com - Stretch mark, atau yang dikenal sebagai guratan pada kulit, umumnya sering dikaitkan dengan ibu hamil. Namun, kenyataannya, stretch mark tidak hanya dialami oleh ibu hamil, melainkan dapat muncul saat remaja.
Hal ini sering terjadi ketika remaja sedang mengalami masa pubertas yang ditandai dengan perubahan bentuk tubuh dan kondisi kulit.
Stretch mark sendiri terlihat seperti garis-garis pada permukaan kulit, biasanya dalam bentuk garis-garis atau guratan yang zigzag atau lurus. Seringkali stretch mark memiliki warna cerah, pudar, merah muda, atau merah tua, dan cenderung menutupi sebagian area kulit.
Tanda-tanda kemunculannya yakni ketika kulit meregang atau mengendur. Kolagen sebagai protein yang berperan penting dalam elastisitas kulit, mengalami kerusakan, sehingga inilah yang menyebabkan stretch mark terbentuk.
Dikutip dari Radar Jogja JawaPos.com, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30 persen remaja yang mengalami masa pubertas dapat mengalami stretch mark. Faktor-faktor penyebab stretch mark pada remaja termasuk perubahan ukuran tubuh dan kondisi kulit selama masa pubertas.
Selain perubahan masa pubertas, ada juga faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan stretch mark pada remaja, seperti faktor genetik, obesitas, dan penggunaan obat kortisol. Biasanya, stretch mark muncul di area tubuh tertentu, seperti perut, pinggul, paha, kaki, dan dada.
Cara Mencegah Stretch Mark pada Remaja
Bagi remaja yang ingin mencegah stretch mark atau mengurangi risiko yang muncul pada permukaan kulit, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
1. Mencukupi Asupan Cairan: Mengonsumsi cukup air putih penting untuk membantu kulit memproduksi kolagen. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki kulit yang lebih sehat.
2. Kurangi Konsumsi Kafein: Kafein dapat mengganggu hidrasi tubuh. Oleh karena itu, mengurangi minuman berkafein bisa membantu menjaga kulit tetap sehat.
3. Nutrisi yang Seimbang: Pastikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kulit dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin D, protein, dan zinc. Makanan seperti kacang-kacangan, wortel, ikan, jeruk, brokoli, dan dada ayam tanpa kulit dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
4. Olahraga Teratur: Berolahraga secara rutin membantu meningkatkan sirkulasi darah ke kulit. Ini dapat membantu menjaga kulit tetap elastis.
5. Perawatan Kulit: Beberapa produk perawatan kulit, seperti gel lidah buaya, dapat membantu memudarkan stretch mark yang sudah ada. Penggunaan produk ini sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kecantikan.
6. Perhatikan Faktor Genetik: Jika ada riwayat keluarga dengan masalah stretch mark, perhatikan lebih cermat. Memahami faktor genetik dapat membantu dalam perencanaan pencegahan.
7. Jangan Lupakan Konsultasi Dokter: Jika stretch mark muncul atau menjadi masalah, konsultasikan dengan dokter atau ahli kulit. Mereka dapat memberikan saran dan perawatan yang sesuai.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
