Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Oktober 2023 | 21.47 WIB

Satu Bulan Berhenti Konsumsi Alkohol, Ketahui yang Bakal Terjadi pada Tubuh

Pekerja menyiapkan minuman beralkohol di cafe kawasan Kemang, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang mengatur pembukaan investasi baru industri min - Image

Pekerja menyiapkan minuman beralkohol di cafe kawasan Kemang, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang mengatur pembukaan investasi baru industri min

JawaPos.com - Para ahli mengatakan bahwa tidak mengonsumsi alkohol selama sebulan dapat membuat kulit lebih sehat, menurunkan berat badan, tidur lebih nyenyak, dan menurunkan risiko gangguan kesehatan di masa depan. Pada minggu pertama saja tidur akan membaik serta lebih mudah untuk bangun, karena penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol secara teratur dapat menyebabkan gejala insomnia.

"Meski beberapa orang merasa bahwa minum alkohol membantu mereka tidur lebih cepat, namun hal ini mengganggu tahap tidur Rapid Eye Movement (REM, kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata) yang penting," ujar CEO Drinkaware (menyediakan saran, informasi, dan alat bantu untuk membantu orang beralih dari mengkonsumsi alkohol), Karen Tyrell kepada Daily Mail.

"Sehingga ketika bangun tidur badan akan merasa lelah, tidak peduli berapa lama seseorang tidur," imbuhnya.

Menurut perusahaan perawatan kesehatan Amerika, GoodRx menikmati segelas minuman keras dapat mengurangi tidur REM dan dapat menyebabkan lebih banyak terbangun di tengah malam. Kulit yang bercahaya adalah efek yang diharapkan dari pemulihan setelah dua minggu setelah berhenti minum alkohol. Menurut Medical News Today, karena alkohol bersifat diuretik, alkohol dapat membuat kulit mengalami dehidrasi.

Dalam jangka panjang, alkohol juga dapat meningkatkan risiko infeksi kulit dan kanker karena melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada minggu ketiga, mantan peminum mungkin akan melihat timbangan berat badannya menurun.

"Jika seseorang memiliki masalah pada berat badannya dan secara teratur minum alkohol, ia akan mendapati berat badan Anda turun drastis setelah berhenti," kata Tyrell.

Satu gelas bir mengandung sekitar 154 kalori, sementara segelas vino seberat 5 ons mengandung sekitar 123 kalori. Minuman keras seperti vodka, tequila, gin, dan rum biasanya hanya mengandung kurang dari 100 kalori per ons atau satu gelas yang dapat dengan cepat menumpuk dalam beberapa gelas koktail di akhir pekan.

Menurut Healthline, empat minggu atau lebih tanpa alkohol tidak hanya memungkinkan hati untuk memulihkan diri, tetapi juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.

"Berhenti minum atau memberi waktu istirahat secara teratur, dapat memberikan kesempatan bagi hati untuk memperbaiki diri. Tetapi semakin sedikit seseorang minum, semakin Anda mengurangi risiko," kata Tyrell tentang kerusakan hati.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah berapapun, dapat meningkatkan risiko peminumnya terhadap lebih dari 60 penyakit. Tahun lalu, para ilmuwan menyatakan bahwa volume minuman keras yang aman untuk dikonsumsi hanya dua sendok makan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore