
Pekerja menyiapkan minuman beralkohol di cafe kawasan Kemang, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang mengatur pembukaan investasi baru industri min
JawaPos.com - Para ahli mengatakan bahwa tidak mengonsumsi alkohol selama sebulan dapat membuat kulit lebih sehat, menurunkan berat badan, tidur lebih nyenyak, dan menurunkan risiko gangguan kesehatan di masa depan. Pada minggu pertama saja tidur akan membaik serta lebih mudah untuk bangun, karena penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol secara teratur dapat menyebabkan gejala insomnia.
"Meski beberapa orang merasa bahwa minum alkohol membantu mereka tidur lebih cepat, namun hal ini mengganggu tahap tidur Rapid Eye Movement (REM, kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata) yang penting," ujar CEO Drinkaware (menyediakan saran, informasi, dan alat bantu untuk membantu orang beralih dari mengkonsumsi alkohol), Karen Tyrell kepada Daily Mail.
"Sehingga ketika bangun tidur badan akan merasa lelah, tidak peduli berapa lama seseorang tidur," imbuhnya.
Menurut perusahaan perawatan kesehatan Amerika, GoodRx menikmati segelas minuman keras dapat mengurangi tidur REM dan dapat menyebabkan lebih banyak terbangun di tengah malam. Kulit yang bercahaya adalah efek yang diharapkan dari pemulihan setelah dua minggu setelah berhenti minum alkohol. Menurut Medical News Today, karena alkohol bersifat diuretik, alkohol dapat membuat kulit mengalami dehidrasi.
Dalam jangka panjang, alkohol juga dapat meningkatkan risiko infeksi kulit dan kanker karena melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada minggu ketiga, mantan peminum mungkin akan melihat timbangan berat badannya menurun.
"Jika seseorang memiliki masalah pada berat badannya dan secara teratur minum alkohol, ia akan mendapati berat badan Anda turun drastis setelah berhenti," kata Tyrell.
Satu gelas bir mengandung sekitar 154 kalori, sementara segelas vino seberat 5 ons mengandung sekitar 123 kalori. Minuman keras seperti vodka, tequila, gin, dan rum biasanya hanya mengandung kurang dari 100 kalori per ons atau satu gelas yang dapat dengan cepat menumpuk dalam beberapa gelas koktail di akhir pekan.
Menurut Healthline, empat minggu atau lebih tanpa alkohol tidak hanya memungkinkan hati untuk memulihkan diri, tetapi juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
"Berhenti minum atau memberi waktu istirahat secara teratur, dapat memberikan kesempatan bagi hati untuk memperbaiki diri. Tetapi semakin sedikit seseorang minum, semakin Anda mengurangi risiko," kata Tyrell tentang kerusakan hati.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah berapapun, dapat meningkatkan risiko peminumnya terhadap lebih dari 60 penyakit. Tahun lalu, para ilmuwan menyatakan bahwa volume minuman keras yang aman untuk dikonsumsi hanya dua sendok makan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
