
Ilustrasi pelayanan di BPJS Kesehatan. (Dok. BPJS Kesehatan)
JawaPos.com – BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berupaya untuk senantiasa memastikan perlindungan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, untuk memberikan manfaat dalam hal jaminan biaya kesehatan untuk kebutuhan medis baik itu rawat inap, rawat jalan, operasi, obat-obatan serta pemeriksaan yang diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Andi (30), warga Lingkungan Bantea, Kabupaten Buton adalah salah satu peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang telah merasakan manfaat program ini. Andi mengaku kehadiran program JKN ini sangat membantu dirinya dan keluarga dalam mengakses pelayanan kesehatan.
“Saya sangat merasa terbantu dengan program JKN ini, karena saya bisa mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus khawatir tentang biaya yang harus saya keluarkan. Program ini juga memberikan banyak keuntungan lain, seperti adanya Aplikasi Mobile JKN dimana kami sebagai peserta bisa dapatkan pelayanan skrining mandiri, kemudian juga dapat mengakses informasi terkait program ini. Jadi saya sangat merekomendasikan program ini kepada siapa saja yang membutuhkan akses ke layanan kesehatan yang terjangkau dan mudah di akses,” ungkap Andi.
Andi yang berprofesi sebagai security ini menambahkan, dirinya beserta keluarga sudah beberapa kali menggunakan layanan dari JKN ini untuk berobat. Diakuinya, pelayanan yang diberikan bagi peserta JKN sejauh ini tidak ada diskriminasi, utamanya di fasilitas pemberi pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
“Beberapa waktu lalu saya mengalami demam yang cukup tinggi dan tak kunjung reda. Tanpa berpikir panjang saya langsung ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Saya takjub dengan pelayanan di puskesmas yang semakin mudah, cukup tunjukkan KTP, saya bisa langsung dilayani oleh dokter,” ucapnya.
Dia melanjutkan, akses layanan JKN yang semakin mudah ini telah menjadi salah satu tolak ukur dalam keberhasilan program JKN khususnya di Kabupaten Buton. Pelayanan dari petugas kesehatan di sarana pelayanan kesehatan, menurut Andi telah menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
“Secara keseluruhan, saya merasa puas dengan pelayanan di puskesmas sebagai peserta JKN. Saya merasa diperlakukan dengan baik oleh petugas baik di loket pendaftaran maupun dokter yang memberikan pelayanan secara professional. Semua ramah dan dengan sigap membantu. Pun saya rasa apa yang kami dapatkan sebagai peserta sejauh ini telah lebih dari apa yang kami harapkan,” lanjut Andi.
Di akhir percakapan, Andi berharap kedepannya pelayanan yang di berikan bagi peserta JKN dapat semakin di tingkatkan. Ia pun berharap seluruh peserta JKN dapat selalu di layani dengan baik. Menurutnya, sejauh ini BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik yang mudah, cepat dan setara untuk semua peserta JKN.
“Semoga pemerintah daerah bersama dengan BPJS Kesehatan menjaga ritme layanan kepada peserta JKN melalui transformasi mutu layanan yang makin berkualitas. Kami merasa sangat senang menjadi bagian dari peserta JKN, karena program ini memberikan saya akses mudah dan terjangkau ke layanan kesehatan. Sebagai pekerja, tentunya risiko sakit bisa datang kapan saja, Alhamdulillah selain diri sendiri yang terlindungi oleh BPJS Kesehatan, anak dan istripun juga telah terjamin. Terima kasih JKN telah memberikan perlindungan kesehatan yang penting bagi saya dan keluarga saya. Ke depannya, Saya tidak khawatir lagi dengan biaya perawatan kesehatan yang tinggi, karena semua biaya gratis dan ditanggung oleh program JKN,” tutup Andi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
