Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2023 | 23.11 WIB

IDAI Tambahkan 2 Jenis Vaksinasi Baru dan 1 Pembaruan dalam Rangkaian Imunisasi Anak

Murid Sekolah Dasar  menjalani suntik Vaksin Tetanus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7, Cengkareng Timur, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Kemenkes mengatakan capaian imunisasi rutin menurun sejak 2020. Kemenkes meminta seluruh  daerah mempercepat progres - Image

Murid Sekolah Dasar menjalani suntik Vaksin Tetanus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7, Cengkareng Timur, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Kemenkes mengatakan capaian imunisasi rutin menurun sejak 2020. Kemenkes meminta seluruh daerah mempercepat progres

JawaPos.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluncurkan Rekomendasi Imunisasi Anak terbaru 2023. Setidaknya ada dua jenis vaksinasi baru dan satu pembaruan dalam rangkaian imunisasi anak. 

"Sebagai organisasi profesi dokter anak, IDAI telah berkomitmen dalam usaha advokasi hal-hal terkait imunisasi anak," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dilansir dari ANTARA, Senin (29/5). 

Dalam Rekomendasi Imunisasi IDAI terbaru tahun 2023, terdapat dua jenis vaksinasi baru yang direkomendasikan untuk anak dan satu jenis pembaruan vaksinasi.
 
 
Pembaruan tersebut meliputi Vaksin Dengue untuk demam berdarah yang dimulai dari usia 6 tahun. Lalu vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks bagi anak perempuan yang dimulai dari usia 12 tahun. Serta pembaruan vaksin BCG untuk bayi dengan masalah imunitas seperti HIV.

Piprim mengatakan IDAI meluncurkan Rekomendasi Imunisasi Anak terbaru 2023 pada acara CIU 2023 ini sebagai bagian dari upaya untuk membantu anak-anak Indonesia demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Langkah ini juga mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) demi tercapainya generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

"Karena imunisasi terbukti sebagai upaya yang efisien, murah, dan mudah dibandingkan jika penyakit sudah tampak dan terjadi," ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Umum Pusat dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta tersebut.
 
Piprim mengungkapkan selama masa pandemi dan pascapandemi, cakupan imunisasi menurun signifikan dan mengakibatkan sejumlah kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah. Dia menyebutkan sejumlah penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan melakukan imunisasi. Seperti Polio di Aceh dan Jawa Barat, juga difteri dan campak di berbagai daerah Indonesia tumbuh karena kurangnya cakupan imunisasi.
 
"Hal ini merupakan alarm bagi kita semua agar berupaya untuk meningkatkan kembali cakupan imunisasi di tingkat tinggi agar kekebalan komunitas segera terwujud kembali serta berbagai KLB bisa dikendalikan,” Demikian Piprim Basarah Yanuarso.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore