
ILUSTRASI OBAT (pixabay)
JawaPos.com – Bakteri baik dalam tubuh memiliki peran penting untuk menjaga imunitas, membentuk antibodi hingga merawat kesehatan pencernaan. Sayangnya, bakteri baik dalam tubuh bisa berkurang seiring dengan gaya hidup yang tidak sehat dan serba instan.
Dokter Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, paparan polusi, pola makan yang kurang sehat, serta menghadapi tingkat stres yang semakin tinggi, bisa jadi pencetus berkurangnya bakteri baik. Dalam arti, bakteri jahat dalam tubuh justru meningkat.
Untuk itu, taka da salahnya untuk menambah jumlah probiotik alami dalam tubuh. Selain lewat makanan seperti tempe hingga yogurt, probiotik juga bisa didapatkan dari suplemen. “Konsumsi suplemen probiotik yang tepat bisa membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di tubuh kita,” ungkap Reisa Broto Asmoro, selaku Brand Ambassador Interlac.
Suplemen probiotik yang tepat dapat menunjang kesehatan sejak sebelum lahir sampai lanjut usia. Apalagi di 1000 hari pertama anak, yang dimulai sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.
“Mengonsumsi suplemen probiotik juga bermanfaat untuk bayi yang lahir dengan metode caesar. Bayi yang lahir tanpa melalui persalinan per vaginam melewatkan proses transfer bakteri baik dari ibu. Hal ini dapat diperbaiki dengan pemberian suplemen probiotik yang tepat,” sambungnya.
Namun, bukan berarti semua yang berlabel ‘probiotik’ sama manfaatnya. Terlebih, tidak semua suplemen probiotik aman dan cocok untuk dikonsumsi semua usia. Salah satu tanda suplemen probiotik yang tepat adalah jika suplemen probiotik tersebut teruji klinis dan aman dikonsumsi segala usia, mulai dari bayi yang baru hahir hingga lansia.
“Itulah mengapa masyarakat perlu kritis dan memahami suplemen probiotik apa yang tepat untuk mereka konsumsi.” jelas Reisa.
Perlu diketahui, menurut definisi WHO, probiotik diartikan sebagai bakteri hidup yang jika diberikan dalam dosis yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Lebih lanjut, WHO menetapkan bahwa masing-masing jenis atau strain bakteri mempunyai manfaat dan keamanan yang berbeda-beda juga. Sebagai contoh, meski sama-sama berasal dari genus Lactobacillus, Lactobacillus reuteri dan Lactobacillus acidophillus ternyata sangat berbeda baik dari sisi manfaat, dosis, hingga tingkat keamanannya.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
