
Photo
JawaPos.com - Pasangan suami-istri yang lama tidak punya keturunan, bisa jadi karena kualitas sperma. Dalam beberapa kasus, pria memiliki kualitas sperma yang begitu rendah. Bahkan sampai tidak memiliki sel sperma satupun, meskipun bisa ejakulasi. Tapi jangan patah semangat, pria tanpa sel sperma tetap memiliki peluang untuk memiliki momongan.
Scientific Director PT Morula Indonesia Prof Arief Boediono bercerita banyak tentang persoalan fertilitas atau kesuburan yang dia tangani.
"Termasuk pria yang tidak mempunyai sel sperma," katanya dalam media gathering di The BIC Jakarta pada Senin (23/1).
Arief mengatakan, pada hakekatnya untuk proses pembuahan sel telur sampai menjadi embrio kemudian janin, hanya dibutuhkan satu sel sperma.
Dia mengatakan dalam kondisi normal, jumlah sel sperma di atas 15 juta sel tiap mili liter sperma. Jumlah sel sperma hanya bisa dilihat lewat mikroskop. Bagi pria dengan jumlah sel sperma di bawah 15 juta sel per mili liter, bisa masuk kategori di bawah normal.
Arief mengatakan bagi pria yang tidak memiliki sel sperma, tidak perlu patah semangat. Sebab mereka masih bisa memiliki peluang untuk mempunyai anak. "Caranya kita ambil sel sperma dari pabriknya," kata dia.
Yaitu dengan mengambil sel sperma dari testis. Cara ini dikenal dengan sebutan Intracytoplasmic Sperm Inkection (ICSI). Dia menegaskan cara ini bisa diambil, karena untuk proses pembuahan cukup diperlukan satu sel sperma.
Arief mengatakan prosedur ICSI dilakukan jika dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan satupun sel sperma. Jadi meskipun si pria itu bisa ejakulasi, tetapi tidak ada sel spermanya. "Jadi maaf, isinya yang keluar itu cairan saja. Tidak ada sel spermanya," katanya.
Dia menuturkan untuk menghasilkan embrio yang bagus, diperlukan kualitas sel sperma dan sel telur yang bagus pula. Arief menceritakan ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kualitas sel telur dan sel sperma. Diantaranya adalah stres, merokok, dan alkohol. Pada pria, ketiga faktor tersebut bisa membuat jumlah sel sperma di bawah normal.
Arief juga menceritakan faktor usia pada perempuan, bisa berpengaruh pada kualitas sel telur. Sehingga pada kasus tertentu, ada perempuan yang memilih untuk membekukan sel telurnya saat usia masih muda. Sebab dia ingin mengejar karir dan tidak ingin punya momongan dahulu. Baru setelah di usia tertentu, perempuan tadi menggunakan sel telurnya untuk mempunyai anak. Jadi meskipun secara fisik tubuh si perempuan tadi sudah berumur, tetapi sel telurnya relatif lebih muda.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
