Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2022 | 18.09 WIB

Kecanduan Makanan Manis Picu Diabetes, Ini Cara Untuk Berhenti

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran. - Image

Perubahan pola makan, dan banyaknya asupan santan atau makanan manis dapat memicu gangguan pencernaan dan berbagai macam penyakit lain setelah Ramadan dan Lebaran.

JawaPos.com - Sebagian orang lebih memilih minuman manis saat merasa haus, dan hobi menyantap makanan manis saat snacking time. Jika kebiasaan itu dilakukan berulang kali setiap hari maka akan memicu lonjakan gula darah dan berujung diabetes.

Gula sederhana dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit gaya hidup tertentu seperti obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe dua. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan untuk membatasi asupan gula tambahan hingga kurang dari 10 persen. dari total kalori harian. Untuk diet 2.000 kalori, maka batasannya tidak lebih dari 200 kalori dari gula tambahan, yang setara dengan sekitar 12 sendok teh sehari.

Ahli Gizi Brenda Peralta, RD, menjelaskan mengapa seseorang mengidam gula dan tak bisa berhenti makan makanan manis dan minum minuman manis. Misalnya soda, cokelat, kue, dan aneka jajanan.

"Ternyata jawabannya agak rumit. Studi menunjukkan bahwa gula adalah zat adiktif, menimbulkan lebih banyak respons kuat di pusat penghargaan otak daripada obat-obatan seperti kokain. Maka saat sudah kecanduan akan memotivasi Anda untuk mencari makanan manis," ungkapnya seperti dilansir dari The Manual, Rabu (2/11).

Menurut studi penelitian, makanan manis sangat memicu menimbulkan peningkatan hormon dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan. Lalu opioid endogen, yang merupakan penghilang rasa sakit alami yang juga menambah perasaan senang atau senang secara alami. Bahan kimia ini menyebabkan dorongan emosional yang dapat memicu keinginan mengidam gula di masa depan.

Dampak Konsumsi Gula

Peralta mengatakan setelah makan sesuatu yang tinggi karbohidrat sederhana, seperti kue kering, kue kering, dan biji-bijian olahan, kadar glukosa (gula) darah Anda meningkat secara dramatis dan cepat. Kondisi ini menyebabkan pankreas mengeluarkan insulin untuk membantu sel-sel mengambil dan menggunakan glukosa.

“Tubuh menagih dan kecanduan karbohidrat sederhana. Sekarang ini adalah lingkaran setan energi dan keinginan," katanya.

Apa yang harus dilakukan jika Anda mengidam gula? Berikut tipsnya :

1. Alihkan Keinginan

Menurut Peralta, hal itu tergantung individu masing-masing. Pertama, Anda harus mencoba untuk menentukan mengapa Anda memiliki keinginan itu.

“Terkadang, itu terkait dengan perasaan ingin. Untuk mengalihkan, pilihlah olahraga, yoga, meditasi, dan aromaterapi untuk mengelola stres," ujarnya.

2. Minum Air Lemon

Cobalah minum air lemon hangat untuk mengurangi keinginan. Kemudian mempertimbangkan camilan yang lebih mengenyangkan, tetapi rendah gula.

3. Perbanyak Protein dan Sayur

Kiat utama Peralta untuk mengurangi keinginan mengidam gula adalah makan makanan dalam urutan strategis. Misalnya, pastikan konsumsi protein, sayur, dan lemaknya dulu. Sehingga seseorang akan merasa kenyang di awal dan menghindari gula.

4. Minum Cuka Sari Apel

Dia mengatakan bahwa mengonsumsi cuka sari apel terkadang juga bisa menghilangkan keinginan mengidam gula. Encerkan satu sendok makan cuka sari apel dalam air dan minumlah 15 hingga 20 menit sebelum makan. Cara ini akan mengurangi keinginan makan makanan manis dan minum minuman manis.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore