
Ilustrasi minum air putih
JawaPos.com - Bukan rahasia jika sebanyak 70 persen komposisi tubuh terdiri dari cairan. Sehingga jika tubuh kekurangan cairan bisa mengakibatkan fungsi organ tubuh ikut terganggu.
Dalam webinar Week 2021 bertema 'Hydration During New Era of Pandemic', Ketua Indonesian Hydration Working Group-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IHWG FKUI), Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK, menjelaskan, kekurangan ciran bisa memberikan jangka pandek dan panjang bagi tubuh. Misalnya, jika tubuh kekurangan cairan sebanyak 2 persen, maka efek yang dirasakan bisa tidak konsentrasi, kurang fokus, daya ingat bekrurang dan bahkan bisa menyebabkan penurunan fungsi kognitif.
Sedangkan untuk jangka panjang, jika tubuh kekurangan caoran bisa meningkatkan risiko gangguan ginjal seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih. "Informasi ini belum cukup baik diketahui masyarakat, karena mayoritas masyarakat memahami bahwa manfaat air mineral hanya untuk menghilangkan rasa haus saja," ujarnya dalam webinar baru-baru ini.
Hasil survei IHWG menyatakan, sekitar 53,7 persen pekerja belum memenuhi kebutuhan minum hariannya. Sedangkan 76,1 persen pekerja merasa pekerjaannya berisiko menyebabkan kurang cairan. Lalu ada 15,5 persen pekerja jarang atau bahkan tidak pernah menyiapkan air minum selama bekerja di rumah, dan 19,1 persen pekerja jarang atau bahkan tidak pernah menyiapkan air minum di meja kantor.
Terlebih saat pandemi Covid-19. Diakui dr. Diana, perubahan pola kerja seperti bekerja dari kantor dengan menggunakan masker bisa membuat seseorang jarang meminum air. Sehingga asupan air berkurang dan meningkatkan risiko dehidrasi. Akhirnya bisa berdampak pada kualitas kerja.
Tubuh tetap terhidrasi juga sangat penting untuk ibu hamil dan menyusui. Akan tetapi, 2 dari 5 ibu hamil dan 1 dari 2 ibu menyusui di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya. Padahal, masa tersebut, tubuh memerlukan cairan yang cukup bagi. Sehingga bisa menunjang masa kehamilan yang sehat serta kualitas dan kuantitas ASI.
Sementara itu, Nutrition & Science Director Danone-AQUA, dr. Tria Rosemiarti, menjelaskan, untuk menjaga kecukupan hidrasi dan memastikan kuantitas asupan air harian, biasakan untuk selalu menyediakan air di setiap aktivitas. Baik dirumah, dilokasi kerja, ataupun di perjalanan.
Selain itu, biasakan juga untuk meminum setidaknya satu gelas air setelah bangun dan sebelum tidur. Perhatikan juga saat-saat dimana tubuh membutuhkan air lebih banyak. "Serta jangan menunggu haus untuk minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi," ujarnya.
Selain kuantitas air minum, penting juga memperhatikan kualitas air yang di konsumsi. Air minum yang baik tentunya memiliki kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat, sumber airnya berkualitas dan terlindungi dan telah sesuai dengan standar serta regulasi yang telah ditetapkan oleh BPOM dan pemerintah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
