
Pixabay
JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan secara resmi jenis obat-obatan yang dipergunakan sebagai terapi bagi pasien Covid-19 selama dalam masa perawatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang belum menetapkan obat pasti untuk Covid-19. Sehingga, obat yang ada selama ini hanya pendukung terapi.
Dalam keterangan resmi BPOM, Kamis (15/7) Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.02.02.1.2.07.21.281 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.02.02.1.2.11.20.1126 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persetujuan Penggunaan Darurat acuan bagi pelaku usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan, BPOM menetapkan izin penggunaan darurat (EUA) atas sejumlah obat. Pendistribusian obat yang diberikan EUA kepada apotek didasarkan kontrak antara pemilik EUA dengan Apotek. Pendistribusian obat yang diberikan EUA kepada Apotek dalam jumlah terbatas untuk menghindari penumpukan persediaan di apotek.
"Sehubungan dengan terjadinya kelangkaan obat mendukung penanganan terapi Covid-19, termasuk obat yang diberikan EUA dalam di peredaran, maka pelaporan sebagaimana dimaksud angka 4 dan angka 5 di atas untuk periode Juli-September 2021 dilakukan setiap akhir hari kegiatan distribusi atau pelayanan kefarmasian," kata BPOM dalam pernyataan resmi.
Baca Juga: Obat Covid Ditimbun, Polisi Akan Periksa Kemenkes, Kemenkes dan BPOM
Lalu apa saja obat yang disetujui untuk mendukung penanganan terapi Covid-19?
1. Remdesivir
Adalah obat antivirus untuk pasien Covid-19. Sebelumnya pernah diteliti untuk penyakit Ebola, MERS dan lainnya.
2. Favipiravir
Obat antivirus yang dipergunakan untuk terapi imfluenza.
3. Oseltamivir
Salah satu antivirus yang juga dipakai untuk mengatasi penyakit flu misalnya flu burung.
4. Immunoglobulin
Sebagai obat penambah antibodi pasien Covid-19
5. Ivermectin
Ternyata salah satunya disebutkan Ivermectin, obat antiparasit yang sebelumnya diperuntukkan untuk penyakit cacingan. Obat ini sempat menjadi pro kontra dan akhirnya disetujui oleh BPOM.
6. Tocilizumab
Adalah obat anti peradangan biasa digunakan untuk pasien rheumatoid arthritis.
7. Azithromycin
Adalah obat antibiotik untuk infeksi bakteri seperti bronkitis, radang paru dan lainnya.
8. Dexametason (tunggal)
Adalah obat antiperadangan yang juga sudah diberi sinyal oleh WHO sebagai obat terapi pasien Covid-19.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022