Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juni 2021 | 21.21 WIB

Kudus Darurat Covid-19, Obat Ivermectin Diyakini Sembuhkan Pasien

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Obat Ivermectin selama ini dikenal sebagai obat antiparasit. Sejumlah penelitian membuktikan obat ini menjadi kandidat kuat untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Laporan Science Times baru-baru ini menyebutkan, dalam dunia medis, Ivermectin adalah obat antiparasit. Sebuah tim peneliti yang terdiri dari profesional medis yang berbasis di AS mempresentasikan temuan mereka dalam artikel 'Review of the Emerging Evidence Demonstrating the Efficacy of Ivermectin in the Prophylaxis and Treatment of Covid-19' muncul di American Journal of Therapeutics.

Dalam makalah mereka, para peneliti menjelaskan bahwa setelah Covid-19 muncul di AS, ada penelitian yang meninjau pengobatan yang berpotensi efektif. Studi baru ini dipimpin oleh Front Line Covid-19 Critical Care (FLCCC), sekelompok ilmuwan dan ahli medis.

Baca Juga: Peneliti Buktikan Ivermectin Jadi Kandidat Kuat Obat Covid-19

Anggota FLCCC meninjau studi peer-review lainnya, meta-analisis dari para ahli di lapangan, dan mempublikasikan data epidemiologi di wilayah yang mengalami distribusi ivermectin. Mereka melaporkan bahwa ivermectin memang profilaksis dan pengobatan yang efektif untuk kasus Covid-19.

Di Indonesia, penggunaan obat itu mulai dilirik oleh Bupati Kudus HM Hartopo dan juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko. Mereka telah mendistribusikan Ivermectin, obat yang mengalahkan Covid-19, kepada masyarakat Kudus. Kepeloporan Moeldoko itu dibenarkan Sofia Koswara, Vice President PT Harsen Laboratories.

“Ketika kami sampaikan laporan tentang Ivermectin kepada Pak Moeldoko, beliau segera memberikan arahan agar diurus izin edarnya supaya segera bisa diproduksi di dalam negeri dan tidak perlu impor lagi,” kata Sofia secara daring, Jumat (11/6).

“Kami akhirnya berhasil mendapatkan izin edar dari BPOM untuk Ivermax,” cerita Sofia.

Obat itu kini diedarkan dan diproduksi di negeri sendiri. Kudus saat ini menjadi daerah zona merah penularan Covid-19. Berdasarkan data dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus hingga Rabu (9/6) siang, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sebanyak 437 orang dan 1.509 orang menjalani isolasi mandiri. Hingga saat ini tercatat jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh 6.854 orang dan 784 orang meninggal dunia.

Distribusi obat tersebut mulai digunakan melawan Covid-19 untuk menolong tiga Kecamatan yang paling berat situasinya di kota itu. Penyerahan Ivermectin kepada Bupati Kudus dilakukan sebanyak 2.500 dosis.

"Tentu kami distribusikan ke rumah sakit, maupun puskesmas,” kata Bupati Kudus Hartopo.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore