Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Mei 2021 | 23.31 WIB

Tak Perlu Obat, Pakai Cara ini jika Alami Anosmia Akibat Covid-19

Petugas kesehatan dari Puskesmas Ciledug melakukan tes usap antigen masyarakat bagi warga yang terjaring razia tanpa masker di Kawasan Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Rabu (19/5/2021). Kepolisian Metro Tangerang Kota bekerja sama dengan Pemkot Tangerang - Image

Petugas kesehatan dari Puskesmas Ciledug melakukan tes usap antigen masyarakat bagi warga yang terjaring razia tanpa masker di Kawasan Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Rabu (19/5/2021). Kepolisian Metro Tangerang Kota bekerja sama dengan Pemkot Tangerang

JawaPos.com – Kehilangan indera penciuman atau anosmia umumnya terjadi pada pasien Covid-19. Dan gejala ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan pada sebagian pasien Covid-19.

Biasanya, selama ini para dokter meresepkan obat steroid. Namun, para peneliti menegaskan, untuk mengatasi gejala ini caranya hanya cukup melatih aroma atau bau yang berbeda.

"Orang-orang yang kehilangan indra penciuman setelah sakit dengan Covid-19 harus diperkenalkan dengan pelatihan penciuman bukannya steroid," kata para peneliti seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Kamis (20/5).

Bagaimana caranya?

Prosesnya melibatkan pengenalan serangkaian bau dari aroma yang berbeda. Lakukanlah selama beberapa bulan yang akan membantu melatih kembali otak.

Sehingga seseorang bisa sekali lagi mulai mengenali bau yang berbeda. Manfaat dari pendekatan ini adalah murah dan mudah dilakukan dan tidak seperti pengobatan, tidak memiliki efek samping.

Menurut survei, satu dari lima orang melaporkan bahwa mereka masih berjuang menghadapi gejala tak nyaman ini delapan minggu setelah pemulihan. Saat ini dokter meresepkan kortikosteroid untuk meredakan gejala itu.

Akan tetapi, potensi efek samping steroid bisa mengakibatkan retensi cairan, tekanan darah tinggi, dan masalah dengan perubahan suasana hati dan perilaku. Ahli dari Fakultas Kedokteran Norwich University of East Anglia, Profesor Carl Philpott, bagian dari tim peneliti internasional merekomendasikan pelatihan penciuman. Berbicara kepada BBC, Profesor Philpott, menilai obat steroid memiliki potensi efek samping yang merugikan.

"Saran kami adalah bahwa obat-obatan tersebut tidak boleh diresepkan sebagai pengobatan untuk menghilangkan bau pasca-virus," katanya.

"Untungnya kebanyakan orang yang mengalami kehilangan bau akibat Covid-19 akan mendapatkan kembali indera penciumannya secara spontan," jelasnya.

Tim berkumpul untuk menerbitkan makalah studi tentang subjek tersebut, yang telah diterbitkan dalam jurnal International Forum of Allergy & Rhinology. Menurut penelitian, Profesor Philpott mengatakan bahwa 90 persen orang mendapatkan kembali indera penciumannya enam bulan setelah pulih dari Covid-19.

Tetapi bagi sedikit orang yang tetap tidak dapat mengidentifikasi bau yang berbeda, maka pelatihan penciuman akan menjadi pendekatan terbaik. Ini bertujuan untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas yakni kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengimbangi perubahan atau cedera.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore