
Petugas kesehatan dari Puskesmas Ciledug melakukan tes usap antigen masyarakat bagi warga yang terjaring razia tanpa masker di Kawasan Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Rabu (19/5/2021). Kepolisian Metro Tangerang Kota bekerja sama dengan Pemkot Tangerang
JawaPos.com – Kehilangan indera penciuman atau anosmia umumnya terjadi pada pasien Covid-19. Dan gejala ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan pada sebagian pasien Covid-19.
Biasanya, selama ini para dokter meresepkan obat steroid. Namun, para peneliti menegaskan, untuk mengatasi gejala ini caranya hanya cukup melatih aroma atau bau yang berbeda.
"Orang-orang yang kehilangan indra penciuman setelah sakit dengan Covid-19 harus diperkenalkan dengan pelatihan penciuman bukannya steroid," kata para peneliti seperti dilansir dari diabetes.co.uk, Kamis (20/5).
Bagaimana caranya?
Prosesnya melibatkan pengenalan serangkaian bau dari aroma yang berbeda. Lakukanlah selama beberapa bulan yang akan membantu melatih kembali otak.
Sehingga seseorang bisa sekali lagi mulai mengenali bau yang berbeda. Manfaat dari pendekatan ini adalah murah dan mudah dilakukan dan tidak seperti pengobatan, tidak memiliki efek samping.
Menurut survei, satu dari lima orang melaporkan bahwa mereka masih berjuang menghadapi gejala tak nyaman ini delapan minggu setelah pemulihan. Saat ini dokter meresepkan kortikosteroid untuk meredakan gejala itu.
Akan tetapi, potensi efek samping steroid bisa mengakibatkan retensi cairan, tekanan darah tinggi, dan masalah dengan perubahan suasana hati dan perilaku. Ahli dari Fakultas Kedokteran Norwich University of East Anglia, Profesor Carl Philpott, bagian dari tim peneliti internasional merekomendasikan pelatihan penciuman. Berbicara kepada BBC, Profesor Philpott, menilai obat steroid memiliki potensi efek samping yang merugikan.
"Saran kami adalah bahwa obat-obatan tersebut tidak boleh diresepkan sebagai pengobatan untuk menghilangkan bau pasca-virus," katanya.
"Untungnya kebanyakan orang yang mengalami kehilangan bau akibat Covid-19 akan mendapatkan kembali indera penciumannya secara spontan," jelasnya.
Tim berkumpul untuk menerbitkan makalah studi tentang subjek tersebut, yang telah diterbitkan dalam jurnal International Forum of Allergy & Rhinology. Menurut penelitian, Profesor Philpott mengatakan bahwa 90 persen orang mendapatkan kembali indera penciumannya enam bulan setelah pulih dari Covid-19.
Tetapi bagi sedikit orang yang tetap tidak dapat mengidentifikasi bau yang berbeda, maka pelatihan penciuman akan menjadi pendekatan terbaik. Ini bertujuan untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas yakni kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengimbangi perubahan atau cedera.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
