
webmd
JawaPos.com - Herpes Zoster dikenal sebagai salah satu penyakit kulit. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh atau imunitas seseorang. Bila daya tahan tubuh kuat maka walaupun terpapar oleh virus, sel imun (Immunoglobulin) dapat memberikan pertahanan yang baik dan cukup untuk menghancurkan virus yang masuk. Sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin serta CEO Klinik Pramudia dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV mengatakan, apalagi di masa pandemi yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun ini, secara umum orang cenderung mengalami penurunan daya tubuh akibat stres psikis serta kelelahan yang berkepanjangan. Maka perlu waspada dengan penyakit ini.
Gejala awalnya penyakit ini mirip cacar air. Gejala awalnya bersifat tidak spesifik, sebelum muncul tanda nyata pada kulit (ruam merah dan melenting berisi air) biasanya hanya berupa rasa lelah, sakit kepala dan lemas (disebut gejala pro-dormal) yang berlangsung selama 1-5 hari.
Baca Juga: Mirip Cacar, Ruam Lenting Isi Air Bisa Jadi Gejala Herpes Zoster
Bagaimana cara mengobatinya? Menurut dr. Anthony, pengobatan perlu dilakukan secara cepat dan tepat sesuai dengan dokter anjuran dokter.
Pada praktiknya, dr. Anthony menjelaskan terapi HZ dikenal dengan strategi 6A yakni Attract patient early (deteksi dini), Asses patient fully (menilai kondisi pasien secara lengkap), Antiviral therapy (obat anti virus), Analgetik (obat anti nyeri), Antidepressant/anticonvulsant (obat anti deperesi/kejang), dan Allay anxieties-counselling (informasi dan edukasi konseling). Selain 6A tersebut, diberikan terapi topikal (obat oles) dan terapi suportif, seperti istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan.
"Anjuran tidak menggaruk dan menggunakan pakaian yang longgar untuk kenyamanan," katanya.
Selain itu, pasien juga perlu mendapatkan terapi khusus baik lewat obat-obatan maupun non-obat. Hal ini bertujuan mengobati nyeri pasien untuk memperbaiki kualitas hidup pasien secara fisik dan psikologis, sehingga pasien dapat segera dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
"Bisa pula ditambahkan rujukan ke dokter spesialis bidang lain, seperti dokter spesialis mata, THT dan syaraf, jika HZ sudah menyebar ke bagian tubuh tertentu dan akhirnya menyebabkan komplikasi,” tutup dr. Anthony.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/OBEjvDTmQ4c

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
